ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
213


__ADS_3

Yasmin menitikkan air mata karena mengingat mendiang sang mama yang selalu ada untuknya dan selalu memaafkan dirinya, padahal ia selalu bandel dan bertingkah semaunya. Andai sekarang mamanya masih di sana Yasmin ingin mencium telapak kaki sang mama dengan sebanyak-banyaknya, sungguh kini Yasmin tahu bagaimana perjuangan menjadi seorang ibu.


"Iya" Damar mengecup kening Yasmin memberikan ketenangan pada sang istri. Damar melihat tubuh Yasmin sudah tidak secantik dulu, namun cinta Damar tidak berkurang sedikitpun justru cinta Damar semakin bertambah saat melihat keadaan istrinya sekarang.


"Mas jangan sedih lagi kita udah punya baby, bukannya itu yang mas mau" Yasmin tidak ingin Damar terus merasa bersalah, ia mulai mengalihkan pembicaraan.


"Iya makasih"


"Mas udah dong makasihnya, Yasmin udah nggak pakai baju nih takut masuk angin" Yasmin memperlihatkan pada Damar tubuhnya yang tanpa kain penutup.


"Oh iya mas lupa sayang" Damar mulai membersihkan tubuh Yasmin dengan handuk basah walaupun Yasmin terus mengalihkan pembicaraan tetap saja dan merasa sedih melihat luka jahitan di perut Yasmin.


"Pakek baju yang" Damar yang mulai memakaikan daster yang diantar kan Mbok Yem tadi bersama kedatangan Mama Sinta.


"Makasih sayang" Yasmin tersenyum saat tubuhnya sudah segar karena Damar yang membantunya membersihkan tubuhnya yang terasa gerah.


"Simpan dulu makasih nya, karena mas di rumah udah siapin hadiah buat istri mas yang cantik ini" Damar memang sudah mempersiapkan hadiah untuk Yasmine dengan bantuan Adam tentunya. Suatu hadiah yang tidak seberapa menurut Damar jika dibandingkan dengan hadiah yang diberikan Yasmin padanya.

__ADS_1


"Hadiah mas?" Yasmin terlihat bahagia mendengar hadiah dari sang suami.


"Iya dong, buat kekasih halal yang sudah memberi mas baby yang sangat cantik" Damar menarik gemes hidung Yasmin.


"Hehehe, tau begini Yasmin mau hamil 20 kali lagi" seloroh Yasmin.


"Sayang kamu jangan macem-macem ya" meskipun Damar memang menginginkan anak lagi namun ia belum siap jika harus melihat Yasmin yang menangis kesakitan lagi.


"Kan enak mas, habis ngelahirin dapat hadiah terus" Yasmin masih terus menggoda Damar.


"Sayang!" Damar terlihat tidak suka dengan ucapan Yasmin.


"Pagi" Sapa mami Ratih yang baru saja datang.


"Pagi mi" sahut Yasmin lalu mami Ratih langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan bilik kiri Yasmin.


"Selamat ya sayang" mami Ratih terus memeluk Yasmin dengan rasa haru.

__ADS_1


"Sama Damar nggak ngucapin selamat mi?" Dan merasa kesal karena ia hanya diacuhkan oleh mami Ratih, padahal ia berharap juga mami Ratih memberi selamat pada nya.


"Siapa anda?" Ketus mami Ratih yang sangat suka menjahili Damar.


"Ahahaha, kasihan deh Lo" jawab Adam yang datang bersama mami Ratih.


"Yang belain mas dong" Damar mencari perlindungan pada Yasmin.


"Mas apa sih kayak bayi" Yasmin terkekeh melihat tingkah suami nya yang sangat manja padanya.


"Mbak Sinta!" Mami Ratih yang mulai berjalan mendekati Mama Sinta dan papa Hardy yang sedang sibuk bermain dengan sang cucu.


"Ratih lihat deh cucu aku cantik banget kan" ucap Mama Sinta dengan bangga pada mami Ratih.


"Iya mbak, cantik banget deh" ucap mami Ratih yang mulai mengangkat baby zie dari pangkuan Papa Hardy.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2