ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
339


__ADS_3

"Alhamdulilah" Celine tersenyum ia memang mengakui suaminya kini memiliki kesabaran dalam menuntunnya menjadi lebih baik.


"Semoga langgeng terus Mbak" Yasmin tak bisa mengucap rasa bahagianya kini, sebab terkadang ia masih merasa bersalah saat mengingat ia adalah orang ketiga di antara kehancuran rumah tangga Celine. Namun kini Yasmin sudah lega dan bahagia karena Celine sudah menikah dan terlihat bahagia.


"Ya, kami memang sudah kenal sejak SMA bahkan hubungan kami sudah sangat jauh saat itu. Sama saja kami berdua adalah seorang pendosa Yasmin tapi kini kami ingin menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi, dulu bahkan semasa sekolah aku melakukan aborsi dan itu anaknya setelah selesai kuliah aku bertemu Damar dan Damar melamar aku tapi aku lebih memilih pergi dengan suami ku itu yang statusnya saat itu tidak jelas, setelah aku hamil lagi dia tidak mau bertanggung jawab dan akhirnya aku melakukan aborsi lagi, lalu tidak lama berselang aku meminta kembali pada Damar singkat cerita kami menikah tapi setelah kami menikah Damar sudah tak semanis dulu hingga aku menjalin hubungan lagi dengan pria lain hanya untuk kepuasan ranjang, setelah aku gila kami bertemu kembali di rumah sakit jiwa. Dan dia ingin menebus semua kesalahan dulu yang pernah kami buat, dia tidak lagi menuntut seorang anak karena dia sadar mungkin kami belum pantas mendapat rahmat yang sangat membahagiakan itu" Celine tersenyum getir mengingat banyak dosa yang ia lakukan hingga kini ia merasa Tuhan menghukumnya.


"Mbak Celine semua orang pernah punya sisi gelap dan semua orang memiliki kesempatan untuk bertobat, termasuk kamu Mbak aku juga bukan wanita suci Mbak tapi tidak ada yang boleh menghinanya kan? Apa lagi sekarang Mbak sudah seperti ini, justru saya malu melihat Mbak begini saya yakin Tuhan akan menerima taubat hambanya yang tulus menyesali kesalahannya" Yasmin rasanya tidak percaya diri untuk berbicara demikian, Celine sang pendosa saja bisa berubah berusaha memperbaiki kesalahannya. Sementara ia sekarang? Rasanya benar-benar memalukan bagi Yasmin saat ini.


"Zie ini eskrimnya Nak, ngantri Ayah ini panas-panas demi Zie" tutur Damar yang fokus berbicara dengan Zie, sebab Zie langsung mengejarnya saat ia berjalan mendekati Zie dan Damar belum menyadari ada Celine di kursi taman yang duduk bersama Yasmin.

__ADS_1


"Maacih...." dengan cepat Zie menjilati eskrim yang di beli oleh Damar.


"Sama-sama" Damar mencium pipi Zie.


"Yuk tempat Bunda, Ayah juga beliin buat Bunda" Damar sangat bersemangat membeli eskrim untuk sang istri yang sangat menyukai eskrim, apa lagi ia mengantri lama demi eskrim tersebut.


"Ayo...." teriak Zie dengan bahagia.


"Hehehe" Zie menunjukan giginya cengengesan.

__ADS_1


"Sayang Mas juga beli eskrim buat kamu nih" Damar memberikan eskrim yang ia beli untuk Yasmin, Yasmin menerima dan tersenyum.


Namun mata Damar seperti tidak percaya melihat Celine kini di hadapannya, bukan benci hanya saja Damar tidak menyangka Celine kini berpakaian muslimah. Sangat jauh dari gaya berpenampilannya yang dulu, bahkan dulu Celine selalu menampakan setengah gundukan nya, pahanya sudah menjadi pemandangan bagi setiap orang yang melihatnya.


"Hai" sapa Celine tersenyum kecut, Damar kini jauh lebih gemuk dengan tubuh yang terurus tidak seperti saat bersamanya dulu.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2