
"Yang anak Mas cowok, apa iya warna ungu?" Damar malah kesal di buat sang istri yang malah memilih warna aneh menurutnya.
"Cantik loh Mas" Tutur Yasmin yang terus melihat-lihat kaos kaki di tangannya.
"Masalahnya anak Mas ganteng yang, bukan cantik" Jawab Damar lagi butuh banyak stok kesabaran untuk bisa berkomunikasi dengan baik kalau bersama Yasmin.
"Oh iya, Yasmin lupa" Yasmin meletakan kaos berwarna ungu dan mengambil warna hitam lalu menunjukannya pada Damar.
"Iya itu baru bener" Jawab Damar tersenyum.
"Jadi menurut Mas dari tadi Yasmin salah!" Kesal Yasmin
"Nggak salah sayang ku, cinta ku, cuman pilihannya kurang tepat kalau buat anak cowok kita" Damar merangkul pundak Yasmin agar emosi ibu hamil itu mereda, Damar sudah belajar banyak dari kehamilan Yasmin yang pertama kini ia sangat tau dengan suasana hati Yasmin.
"Hehehe, iya Yasmin ngerti" Yasmin bahagia karena Damar menjelaskan dengan benar tanpa melukai hatinya.
"Iya dong, suami siapa dulu!" Kata Damar sambil mencolek Yasmin.
"Suami Yasmin gitu loh" Jawab Yasmin dengan bahagia.
__ADS_1
"Iya dong" Kata Damar lagi.
Selesai keduanya memilih baju bayi kini Yasmin ingin mengisi perutnya yang sudah berdemo minta di isi, Damar membantu Yasmin duduk dan memesan makanan dengan jumlah porsi yang banyak. Sebab ia tau Yasmin tidak akan cukup makan satu porsi saja, ibu hamil itu kini jika di hadapkan dengan makanan seperti orang kelaparan. Yang tak pernah makan.
"Sini Mas suapin" Damar menyuapi sang istri dengan sangat hati-hati bayak pengunjung yang lainnya berbisik-bisik dengan kerakusan Yasmin, tapi ada juga yang memuji Damar menjadi suami yang siaga saat istrinya sedang hamil tua, ada juga yang terlihat tidak suka dan ada juga yang malah ingin di perlakukan demikian oleh suaminya.
"Yasmin minum Mas" Pinta Yasmin, Damar langsung memberikannya pada sang istri.
"Mau lagi" Tanya Damar.
"Yasmin udah kenyang, makasih Mas ku" Yasmin tersenyum bahagia dan mengecup pipi Damar.
Cup.
"Nanti yang hot Yasmin kasih di rumah" Bisik Yasmin membuat Damar mengacungka jempol dan tersenyum.
"Yuk" Damar malah dengan semangat mengajak Yasmin pulang, tapi Yasmin tidak mau ia masih ingin jalan-jalan.
"Mas, Yasmin pengen beli perhiasan, kok pulang sih" Yasmin malah cemberut karena belum mendapatkan hal yang sebenarnya ia inginkan, alasan utama Yasmin mengajak Damar berbelanja adalah untuk membeli perhiasan yang sedang ia inginkan.
__ADS_1
"Oh hehehe, kirain sekarang" Damar mengurungkan niatnya untuk pulang, malah ia menggaruk tengkuknya.
"Nyesel Yasmin bisikin sama Mas tau gitu" Kesal Yasmin.
"Udah ayo kita beli perhiasan" Damar menarik Yasmin ke toko langganan mama Sinta.
"Yasmin mau kalung ya Mas" Kata Yasmin.
"Iya ayo" Kata Damar membawa Yasmin ke sebuah toko yang sudah sangat mengenal Yasmin.
"Selamat siang tuan Damar" Sapa seorang karyawan.
"Tunjukan perhiasan yang terbaru untuk istri saya" kata Damar kembali menjadi pria dingin.
"Ayo nyonya ikut saya" Seorang karyawan tersebut sangat sopan pada Yasmin.
Lama Yasmin memilih perhiasan hingga matanya menangkap seorang wanita yang pernah ia lihat, Celine. lya Yasmin tidak salah lihat Celine adalah seorang wanita yang berada di dekatnya. Yasmin mencari keberadaan Damar dan Damar masih sibuk dengan ponselnya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...