
Jenazah Yumna sudah di bungkus kain kafan dan siap untuk di makam kan, Jenazah Yumna juga telah selesai di sholat kan. Masyarakat setempat banyak yang melayat jenazah Yumna, bahkan teman-teman dekat Yumna saat di sekolah tak kuasa menahan tangis mereka melihat teman mereka yang begitu cantik dan berprestasi telah terbujur kaku tak bernyawa. Guru kelas Yumna dan Masyarakat setempat menanyakan apa penyebab Yumna bisa meninggal dunia, Raisa pun menjawab apa adanya dengan mengatakan kalau Yumna mengidap kanker otak. Mereka semua sangat menyayangkan karena selama di rawat di rumah sakit Raisa tak memberi tahu mereka perihal Yumna yang tengah sakit keras, Raisa malah terkesan menyembunyikan penyakit Yumna dari Masyarakat dan orang yang kenal dengan Yumna.
''Maaf, aku tidak ingin merepotkan kalian semua. Selama ini aku dan adikku sudah banyak sekali merepotkan warga sini. Sekali lagi terimakasih banyak karena kalian sudah berkenan melayat jenazah Yumna. Semoga kebaikan kalian semua di balas oleh Allah subhanallah taala,'' ucap Raisa memberi alasan kenapa selama ini ia diam mengenai penyakit yang di derita sang adik. Ia juga berterima kasih kepada warga setempat.
Setelah itu jenazah Yumna di bawa ke pemakaman, beberapa orang warga mengangkat keranda mayat termasuk Hendrick. Dari tadi banyak warga yang bertanya kepada Raisa tentang siapa Hendrick, dan Raisa pun mengatakan kalau Hendrick adalah atasannya di kantor. Mereka semua memuji ketampanan Hendrick, apalagi kaum Ibu-ibu dan anak gadis. Hendrick juga sangat pandai berbaur dengan warga setempat, ia mengobrol dengan warga setempat tanpa rasa canggung dan tanpa gengsi mengingat dirinya yang merupakan seorang CEO yang kaya raya.
Hendrick dan Imam membawa keranda di bagian depan, Hendrick menggulung lengan kemeja nya hingga ke siku, hingga ketampanan nya semakin bertambah tambah. Sedangkan Raisa berjalan di belakang keranda bersama Ibu-ibu lain, dan salah satunya ada juga Mama nya Imam.
__ADS_1
''Atasan kamu itu dermawan sekali ya Raisa, ia tak merasa gengsi untuk ikut turun langsung ke pemakaman. Jarang-jarang lho ada orang penting dan sibuk seperti dia mau berbaur sama warga biasa seperti kita ini,'' ucap seorang Ibu-ibu yang bertubuh gemuk, ia berdiri di samping Raisa.
''Alhamdulillah ya Bu. Aku mendapatkan atasan yang baik dan pengertian,'' sahut Raisa. Raisa masih menyembunyikan tentang hubungan nya yang sebenarnya dengan Hendrick.
''Eh Raisa, jangan-jangan dia suka lagi sama kamu,'' celoteh Ibu pemilik kontrakan yang berada di belakang Raisa.
''Kamu harus selalu hati-hati ya Nak, di manapun kamu berada. Kamu itu cantik, takutnya ada orang yang berniat jahat kepada mu.'' Kali ini Mama nya Imam yang bersuara. Ia berjalan sambil merangkul pinggang Raisa.
__ADS_1
''Iya Ustadzah. Insya Allah aku bisa jaga diri.'' Balas Raisa lagi. Tidak lama setelah itu mereka tiba di pemakaman umum.
Para lelaki mulai melakukan proses pemakaman jenazah Yumna, sedangkan kaum Ibu-ibu berdiri melihat prosesnya dan sambil berdoa agar Yumna di tempatkan di tempat orang-orang beriman, dilapangkan kuburnya dan di ampuni dosa-dosa semasa masih hidup di dunia.
Raisa merasa dadanya sesak saat tubuh yang terbungkus kafan di masukkan ke liang lahat, matanya berkaca-kaca setelah itu isakan nya pun terdengar lagi. Isakan yang tadi sudah reda, sekarang pecah lagi.
Hendrick yang berdiri di dekat makam selalu mencuri pandang ke arah sang istri, rasanya ia ingin sekali merangkul tubuh sang istri, tapi ia sadar, langkahnya terbatas, mengingat pernikahan nya dan Raisa hanya lah pernikahan siri. Pernikahan rahasia, dan Raisa hanyalah istri simpanan nya.
__ADS_1
Bersambung.