ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
377


__ADS_3

"Iya Yasmin, kamu baik-baik saja kan Nak?" Mama Sinta juga tak kalah panik.


"Yasmin nggak kenapa-kenapa" jawab Yasmin sambil menatap Damar penuh tanya, dan ia ingat akan wanita yang barusan menyuntikan sesuatu pada selang infus Ghaffar hingga sekarang ia kejang-kejang.


"Yasmin kamu memikirkan sesuatu?" tanya Damar yang khawatir.


"Mas, tadi itu Yasmin lihat perempuan pakek masker dan nutup kepalanya pakek selendang. Dan dia juga pakek kaca mata Mas, Yasmin ingat wanita itu tadi yang nabrak Yasmin tapi dia udah kabur. Dan keadaan Ghaffar sekarang seperti ini" kata Yasmin dengan sesegukan.


"Wanita?" tanya Damar shock dengan apa yang di katakan Yasmin, Ghani dan mama Sinta juga ikut panik mendengar apa yang baru saja di alami Ghaffar.


"Berarti Mama sama Ghani tadi di tipu buat liat kamu ke IGD, dan Mama tinggalin Ghaffar sendiri padahal tadi suster yang jaga minta Mama buat nggak pergi sebelum dia kembali karena dia pamit ke toilet" kata mama Sinta yang mengingat kejadian beberapa saat lalu hingga ia pergi bersama Ghani meninggalkan Ghaffar.


"Ya Allah mas" Yasmin tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.


"Sepertinya dia dendam sama kami, siapa ya Mas?" tanya Yasmin semakin ketakutan. la bukan takut bila berhadapan dengan orang tersebut, tapi Yasmin takut jika orang itu berhasil menghabisi keluarganya. Yasmin tidak akan sanggup kehilangan adik kembarnya dan juga kalau ia yang celaka bagaimana nasib anak-anaknya.

__ADS_1


"Sayang" Damar memeluk Yasmin, ia pun tak menyangka dan berpikir jika orang tersebut berambisi untuk melenyapnya Yasmin dan juga adik-adiknya.


"Dok bagaimana dengan adik saya?" tanya Yasmin setelah dokter keluar dari ruangan Ghaffar.


"Bersyukur pasien baik-baik saja, ini karena ada zat kimia yang masuk kedalam tubuh pasien namun pasien berhasil di tangani sebelum obat itu menjalar ke seluruh bagian tubuh pasien. Nyonya berdoa saja semoga satu atau dua jam lagi pasien sadar" kata dokter tersebut lalu ia berpamitan pergi.


"Ghaffar" perasaan Yasmin kini lebih lega karena Ghaffar baik-baik saja, namun ia tetap saja memikirkan siapa wanita barusan yang berniat mencelakai Ghaffar.


Kini Adam dan Damar tengah berada di ruang cctv untuk melihat hasil rekaman tentang wanita yang mencoba melenyapkan Ghaffar, Damar dan Adam terus memperhatikan wanita itu namun tak sedikit pun wanita itu bisa di kenali.


"Tadi wanita ini juga menabrak Yasmin di depan, coba lihat mungkin saja wajahnya sempat tertangkap kamera" tutur Damar meminta petugas melakukan apa yang ia pinta.


"Sewaktu wanita itu teejatuh apa dia menyentuh Yasmin?" tanya Adam pada Damar.


"Iya tuan lihat hasil rekaman ini orang itu sempat memegang pundak nyonya. Itu artinya sidik jari wanita ini ada pada pakaian nyonya tuan" kata si petugas yang mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


"Ya kau benar sekali, kalau begitu biar kita selidiki bersama polisi saja" kata Adam.


"Baiklah" jawab Damar yang juga setuju dengan ide Adam.


"Kita harus bergerak cepat, orang ini sangat berambisi menghabisi Ghaffar" tutur Damar lagi.


*********


Dua jam kemudian.


Kini Yasmin di bawa ke rumah kosong yang terletak di sudut kota jakarta ini, ia di sana bersama Damar juga Adam tentunya. Yasmin tak tau sama sekali mengapa ia di bawa kesana, bahkan berulang kali ia bertanya tapi Damar tak menjawab ia hanya di minta untuk ikut saja.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2