
Yasmin yang bersandar di tubuh damar mulai menjauh mata nya mulai memerah dan cairan bening mulai membasahi pipi nya ingatan itu mulai kembali berputar di otak nya entah karena kondisi tubuh nya yang sedang hamil namun yang jelas hati nya terasa sakit mendengar pertanyaan damar.
" sayang mas tidak bermaksud melukai hatimu hanya ingin mendengar dari mulutmu dan masih ingin memastikan apa semua informasi tentang kamu yang mas dapatkan itu benar." kata damar dengan merasakan cemas karena Yasmin mulai menangis dan itu membuat dadanya terasa sesak.
" mas aku terpaksa waktu itu menjual diriku dan itu hanya satu kali saja setelah itu aku memang kembali bekerja disana tapi aku hanya menjadi pelayan saja itupun karena aku butuh uang cepat untuk menebus obat Gaffar." jawab Yasmin dengan sesenggukan.
" sayang jangan menangis." ucap damar lalu menarik Yasmin kedalam pelukannya ia merasa menyesal dengan pertanyaannya namun jujur ia telah merasa lega dengan jawabannya Senin karena ia selalu disebut wanita bayaran padahal Yasmin hanya menjual dirinya pada damar saja saat itu.
" hiks hiks hiks hiks." Yasmin terus menangis didalam pelukan damar.
" sayang." kata damar mulai menjauhkan tubuh Yasmin darinya Dan ia menangkap pipi Yasmin dengan kedua tangannya.
" sayang istri mas yang cantik ini jangan nangis ya mas juga bisa sedih kalau kamu begini." kata damar yang terus berusaha menghapus jejak airmata Yasmin.
__ADS_1
" iya mas." jawab Yasmin dan Yasmin kembali memeluk damar karena menurut nya bersama damar ia menemukan kenyamanan dan kedamaian hati nya yang gundah gulana.
" sudah jangan sedih lagi tapi masih bingung sayang." kata damar.
" bingung? bingung kenapa mas?." tanya Yasmin kembali.
" iya kamu kan pernah bilang sayang kalau rumah ini rumah orang tua kamu Dan rumah ini disita bank." kata damar menjeda ucapan nya karena ia masih memikirkan apa yang ia tahu beberapa bulan lalu saat ia membeli rumah ini.
" iya mas terus?." tanya Yasmin yang penasaran.
" hutomo mas?." tanya Yasmin lagi ia mengingat kembali semua ucapan Hutomo sewaktu ia disuruh pergi dari rumah itu.
" iya sayang." kata damar sambil menarik tengkuk Yasmin dan me... lu... mat bibir mungil istrinya itu.
__ADS_1
Yasmin melepas ciuman itu dengan menjauhkan kepala nya, karena ia makin penasaran dengan perkataan damar namun sayang damar dengan cepat kembali menarik tengkuk Yasmin dan kembali me.... lu... matnya menurut damar ia memang penasaran dengan rumah Yasmin namun saat ini ia lebih ingin melanjutkan kesenangan nya yang me... lu.... mat habis bibir istri mungil nya itu.
" mas." Yasmin mendorong damar dengan kuat dan turun dari pangkuan damar.
" huek huek huek." Yasmin memuntahkan isi perut nya begitu ia turun dari Gazebo itu tanpa sempat berlari ke kamar mandi.
" sayang." kata damar juga ikut turun dari gazebo ia mulai mengusap bahu Yasmin.
" huek huek huek." Yasmin terus memuntahkan isi di dalam perut nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...