ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
55


__ADS_3

Adam duduk dan berjongkok,


" Apa anda bisa berjalan nona?." Tanya Adam pada Yasmin yang masih memegang kaki nya.


" Entahlah tapi kaki ku sakit banget " jawab Yasmin.


" Baik lah kalau begitu, anda tunggu di sini dulu sebentar, saya akan mengantarkan belanjaan ini ke bagasi mobil, setelah itu saya akan menjemput anda." Ucap Adam yang dapat anggukan dari Yasmin.


Adam mulai berjalan di belakang Damar dan Celin, Damar belum menyadari kalau Yasmin tidak ada di belakang, sampai akhir nya ke tiga orang itu sudah sampai di tempat parkiran mobil, dan Adama mulai memasukkan semua paper bag Yang ada di tangan nya ke dalam bagasi mobil.


" Yasmin dimana?." Tanya Damar.


" Masih di tempat tadi tuan, seperti nya kaki nya terkilir dan saya mau menjemput nya dulu, sebentar ya tuan." Adam berpamitan dan kembali menjemput Yasmin.


" Menyusahkan saja, tidak berguna." Kata Celin.


Damar dan Celin mulai memasuki mobil, Damar khawatir dengan Yasmin, sedangkan Celin merasa jengkel karena harus menunggu asisten suami nya itu.


Beberapa menit kemudian Adam datang, Arman menggendong tubuh Yasmin, dan Yasmin mulai menduduki kursi sebelah kemudi.


" Sial." Ucap Damar dalam hati nya.


Ia sangat benci melihat Adam menyentuh tubuh Yasmin.

__ADS_1


Adam mulai menyalakan mesin mobil nya dan melajukan dengan kecepatan sedang.


" Kamu berani ya sudah membuat saya menunggu." Kata Celin.


" Maaf nyonya." Jawab Yasmin dengan suara yang bergetar dan mengusap air mata nya.


" Sial dia menangis " batin Damar.


" Sudah jangan menangis, habis saya antar nyonya dan tuan, kita ke rumah sakit." Kata Adam dengan lembut.


" Arman tunggu bagian mu." Batin Damar. Kini mereka sudah sampai di rumah Damar, Yasmin tidak pernah sebelum nya ke rumah itu, Damar dan Celin turun.


" Ayo sayang." Kata Celin.


Lalu tiba tiba Mama Sinta keluar, melihat Celin dan Damar berada di luar.


" Damar di dalam ada Edo, dia baru pulang dari Amerika, dia nunggu kamu di dalam." Kata Mama Sinta.


" Tapi Damar masih harus ke kantor ma." Kata Damar.


" Ke kantor nya nanti saja kasihan Edi, sudah nunggu kamu dari tadi." Kata Mama Sinta.


" Saya permisi tuan, saya ke rumah sakit sebentar lalu setelah itu saya akan kembali lagi " kata Adam yang berpamitan pada Damar.

__ADS_1


" Kenapa jadi begini sih, padahal aku ingin tahu bagaimana keadaan Yasmin dan tadi dia juga sempat menangis " keluh Damar yang terus berdebat dengan diri nya sendiri.


Sementara Yasmin dan Adam kini hanya berdua saja di dalam mobil, dan Adam yang mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang.


" Nona, apa kamu yakin kalau rencana kita tadi berhasil?." Tanya Adam pada Yasmin.


" Ya aku yakin." Jawab Yasmin.


Karena insiden Yasmin terjatuh adalah rencana Yasmin untuk membuat Damar merasa tertampar dan itu berhasil, Damar sangat mengkhawatir kan keadaan Yasmin.


" Antar aku pulang." Kata Yasmin.


" Tapi kaki anda belum di perban nona." Kata Adam.


" Kamu benar Adam, kamu memang cukup jenius." Kata Yasmin.


Adam berhenti di sebuah apotik dan membeli perban, setelah selesai Yasmin memasang perban itu di kaki nya, Adam melajukan mobil itu menuju rumah Yasmin, setelah itu ia akan kembali menemui Damar, dan mengatakan kalau Yasmin menangis merasakan kesakitan karena kaki nya terkilir.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2