ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 117


__ADS_3

Selang beberapa jam mereka menunggu dengan cemas dan khawatir akan keadaan ibu dan bayi yang mereka tunggu-tunggu selama ini, terlihat dokter yang membantu proses persalinan Zie keluar.


Ayah Damar dan papa Dion langsung menghampiri dokter bernamakan Ayu tersebut.


"Bagaimana keadaan Ibu dan bayi-nya Dok?" tanya ayah Damar dan papa Dion begitu antusias membuat pasangan mereka menggeleng kepala.


Dokter Ayu tersenyum kepada dua pria paruh baya yang baru menyandang gelar sebagai kakek.


"Bapak tenang saja keadaan ibu dan bayi-nya sehat" ucap dokter Ayu tersenyum ramah.


"Dan selamat kalian mendapat pewaris laki-laki" lanjut dokter Ayu.


Tanpa sadar ayah Damar dan papa Dion memeluk dokter Ayu secara bersamaan. Membuat pasangan mereka berdehem dan melotot tajam ke arah mereka.


"Maaf-maaf dok" ucap ayah Damar dan papa Dion.


"Iya pak, saya permisi dulu" pamit dokter Ayu.

__ADS_1


"Kita menjadi kakek" ucap papa Dion melanjut kan pelukan nya dengan ayah Damar, setelah itu mereka segera pergi menuju ruangan Zie.


Pasca melahirkan, kini Zie di pindah ke ruangan yang lebih luas. Sehingga semua orang yang ada di rumah sakit bisa melihat bayi yang baru lahir tersebut.


Samuel dan Edwin kaget melihat kondisi Langit yang tidak karuan. Mereka sangat terkejut dengan penampilan tuan mereka yang seperti habis di rampok. Namun, siapa yang berani merampok seorang Langit Bagaskara?


Karena penasaran, akhirnya mereka mendekat ke arah Langit dan mempertanyakan keadaan tuan-nya itu.


"Kau kenapa, Lang?" tanya Edwin penasaran.


"Tidak habis dirampok kan bos?" lanjut Samuel yang juga penasaran.


"Jika Zie melahirkan lagi, kau saja yang menemaninya Sam" ucap Langit tanpa dipikirkan dulu konsekuensi nya.


Mama Diana yang mendengar perkataan Langit, dia langsung mendekati putra semata wayangnya itu dan memukulnya dengan keras di bagian bahu Langit.


"Enak saja! Kamu yang buat jadi kamu juga yang harus mengambil konsekuensi nya!" kata mama Diana melotot tajam ke arah Langit.

__ADS_1


Tentu saja Samuel menolak dengan tegas, dia sekarang mengerti kenapa bisa penampilan Langit menjadi seperti ini. Yang pasti itu adalah ulah nyonya-nya yang susah ditebak.


"Oh maaf Tuan, itu tidak bisa saya lakukan" tolak Samuel seraya mengarahkan tangannya ke depan, membuat Langit semakin kesal saja.


Sementara Edwin menahan senyum nya setelah mengetahui apa penyebab penampilan Langit yang sangat kacau. Bahkan kaos yang tengah di pakai Langit robek di bagian bahu sebelah kiri.


"Siapa nama nya Lang?" Tanya papa Dion sembari berebut tempat dengan besan nya.


Sementara itu di ruangan Zie yang kini sepi karena mereka semua menunggu jawaban Langit, siapa nama pewaris dari dua keluarga yang tak biasa tersebut.


Langit mendekat ke arah istri nya yang tengah memang ku putra mereka. Mengecup penuh kasih sayang puncak kepala Zie, lalu tangannya beralih mengusap pelan pipi putra nya yang baru lahir beberapa jam yang lalu.


"Terima kasih sayang, telah melahirkan putra untuk ku" ucap Langit kemudian mengecup mesra bibir istri nya yang membuat semua orang geram melihat sikap Langit yang tidak kenal tempat. Bahkan di hadapan mereka Langit berani melakukan hal seromantis seperti itu.


Tiga lelaki jomblo yang berada di sana, bercampur dengan tiga adik Zie yang baru datang langsung di suguhi pemandangan yang sangat memuak kan baginya. Mereka mengumpat kesal pada Langit yang tidak kunjung menjawab pertanyaan dari papa Dion.


"Lang...!" geram ayah Damar pada menantu nya tersebut. Langit menoleh seraya tersenyum melihat semua orang tengah menatap nya dengan penuh kesal.

__ADS_1


"Selamat datang ke dunia, Angkasa Bagaskara" ucap Langit tersenyum penuh syukur menatap putranya.


Langit berharap putranya kelak bisa mengatasi masalah seluas apapun itu, sesuai namanya. Karena tidak menutup kemungkinan jika di masa mendatang putra nya akan mempunyai musuh yang selalu mengincar posisi nya seperti sekarang ini.


__ADS_2