
Yasmin yang heran mengapa Zie bersama Damar, bukankah bersama mama Sinta. Dan Yasma
in menyadari Zie yang kini malah memakai pakaian yang bukan pakaian nya.
Bukan karena pakaian murah, Yasmin tidak mempersalahkan mau murah atau mahal barang yang dipakai Zie, namun Zie memakai pakaian siapa itu yang menjadi pertanyaan Yasmin.
"Mas" Yasmin mengambil alih Zie yang digendong Damar, Yasmin melihat mata Zie yang bengkak dan wajahnya yang pucat serta banyak sekali bintik-bintik merah di badannya.
"Ayo duduk dulu" Damar tahu Yasmin tengah memikirkan Zie, Damar tidak mau Yasmin syok bagaimanapun ia akan menceritakannya dengan tenang agar perasaan Yasmin tidak cemas. Damar sangat takut bila Yasmin yang sedang hamil malah juga pingsan saat tahu anak mereka diculik, kemudian Damar membawa Yasmin terlebih dahulu untuk duduk dulu di sofa.
"Mas Zie kenapa ya?" Tanya Yasmin saat matanya menatap banyak kemerahan di bagian kulit Zie.
"Sayang, Mama sama Zie diculik Handoko" kata Damar dengan hati-hati berharap Yasmin tidak down.
"Diculik?" Yasmin mengulangi perkataan Damar, ia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.
__ADS_1
"Iya" Damar menceritakan semuanya tanpa menutupi satu hal pun dari Yasmin, bahkan saat Zie ditolong oleh pedagang warung sampai memakaikan baju anaknya pada Zie.
Air mata Yasmin tumpah begitu saja, bayangan saat ia bertaruh nyawa saat melahirkan Zie terngiang-ngiang di otaknya. Tapi apa? Justru ada manusia yang tega melakukan itu pada anaknya, sang bayi kecil yang masih tidak tahu apa-apa. Anak yang masih berusia satu tahun tanpa dosa menjadi korban keserakahannya.
"Hiks hiks" Yasmin menangis menciumi pipi Zie membayangkan betapa menderita Putri semata wayangnya itu.
"Jangan nangis, Zie sudah nggak papa. Besok pagi kita bawa Zie ke rumah sakit" kata Damar memeluk Yasmin yang sedang memeluk Zie.
"Yasmin aku boleh gendong Zie?" Sela juga ingin tahu keadaan Zie karena Sela juga sangat menyayangi Zie.
"Terus keadaan mama gimana mas?" Yasmin baru sadar jika Mama Sinta tidak pulang bersama Damar.
"Tadi sebelum mas masuk, Adam telepon katanya mereka membawa pulang dan mereka pulang kemari. Mama nggak mau pulang ke rumah sebelum lihat Zie" jawab Damar.
"Syukurlah Mas kalau mama baik-baik saja" Yasmin merasa lega, walaupun ia sempat merasa tegang namun paling tidak mama Sinta dan Zie pulang dengan selamat. Tidak berselang lama Sela kembali memberikan Zie pada Yasmin, Sela tau Zie pasti sekarang lebih ingin dengan Yasmin.
__ADS_1
"Iya sayang" Damar memperhatikan wajah Zie yang sangat lelap, wajah lelah Zie jelas terlihat.
"Kasihan sekali kamu nak, hanya karena harta kamu jadi korban juga" Yasmin mengikat saat orang tuanya meninggal karena Handoko yang ternyata menginginkan harta mereka dan sekarang malah bayi kecilnya yang menjadi korban.
"Mulai sekarang kita harus hati-hati dan masakan mencari tahu apa ada lagi orang yang terlibat dalam kejahatan ini, Mas harus segera menyelesaikan nya sebelum ada hal seperti ini lagi" kata Damar yang diangguki Yasmin.
"Maafin Yasmin ya Mas" kata Yasmin yang tiba-tiba merasa bersalah.
"Kenapa minta maaf sayang?" Damar membersihkan air mata Yasmin yang mengalir di pipi.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1