ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
250


__ADS_3

Dua hari kemudian.


"Usaha orang tua kalian sudah lama mengalami kebangkrutan dan rumah ini menjadi jaminannya karena tidak ada yang membayar kerugiannya, sehingga rumah ini akan disita oleh pihak bank" kata Pak Handoko.


"Tapi pak, kami harus kemana?" Tanya Yasmin pada pak Handoko.


"Kalian harus segera pergi dari rumah ini" Yasmin menangis dan memohon pertolongan pada Pak Handoko, Tante Tina dan nenek Mirna untuk memberikan mereka tempat tinggal.


"Yasmin mohon nek" Yasmin duduk di bawah kaki sang nenek berharap nenek mengasihaninya.


"Tidak, dan saya bukan nenekmu lagi. Pergi kamu!" Ucap nenek Mirna menghempaskan Yasmin yang memeluk kakinya.


Yasmin pergi membawa koper kecil tanpa baju mahal bermerek Nya serta tanpa perhiasan mahal yang dulu diberikan sang mama. Namun saat itu entah mengapa Mama Kirana mentransfer uang saku Yasmin cukup banyak dan ternyata uang itu kini sangat berguna untuk ketiganya.


"Kak Ghaffar capek" terlihat wajah Ghaffar pucat karena terus berjalan tanpa arah.


"Ghani laper banget Kak dari pagi belum makan" ucap Ghani dengan memegangi perutnya.


"Sabar ya, itu ada tempat makan kita makan dulu" kata Yasmin menunjuk tempat makan.

__ADS_1


Setelah ketiganya makan dan beristirahat sebentar, akhirnya mereka berjalan kembali mencari kontrakan yang bisa mereka tempati. Hingga akhirnya mereka berhasil mengontrak rumah kecil untuk mereka tinggali.


Singkatnya Yasmin yang bersekolah sambil bekerja hampir putus sekolah karena sang adik yang sakit, dan kebetulan tetangga Yasmin atau seorang wanita malam hingga Yasmin akhirnya terpaksa menjual diri demi membayar pengobatan sang adik. Setelah itu ia kembali bekerja di tempat hiburan malam sebagai pengantar minuman.


"Hay" kata seorang pria yang tak sopan padanya.


"Permisi tuan saya hanya mengantar minuman" jawab Yasmin dengan sopan.


"Udah sama kita aja, berapa sih tarif mu semalam" tanya orang itu.


"Saya tidak melayani Itu tuan" ucap Yasmin yang sama sekali tidak takut sebab ia sudah mulai terbiasa hidup dengan keras.


KRANG


Yasmin memecahkan gelas di kepala pria itu.


"****** sialan!" Teriak pria itu menarik rambut Yasmin.


BUUK.

__ADS_1


Dengan cepat Yasmin menendang bagian utamanya hingga pria itu meringis kesakitan dan melepaskan Yasmin.


"Kalian semua berani kurang ajar, saya bunuh kalian semua!" Kata Yasmin sambil mengacungkan gelas yang sudah setengah pecah di tangannya.


Tiga bulan lamanya Yasmin menjadi pelayan dan satu kali ia menjual dirinya, menjual kesuciannya pada Damar Wijaya demi biaya perawatan sang adik. Yasmin lebih memilih ia yang hancur daripada adiknya meninggal dunia.


Seringkali para tetangga menghinanya karena tahu Yasmin yang bekerja di klub malam, tapi Yasmin tidak pernah merasa sedih. Semua hanya demi adik-adiknya, ia sama sekali tidak perduli dengan lingkungannya bahkan hanya satu orang yang mau berteman dengannya yaitu Sela.


Flashback off.


Saat ini papa Hardy tengah berada di dalam sebuah gedung tua, gedung tua itu adalah dulunya ia gunakan untuk menghukum orang-orang yang berani berhianat padanya ataupun untuk orang-orang yang berani mengusiknya. Tidak ada yang lolos dari tangan papa Hardy, ia memiliki prinsip penghianat dan penipu harus dihukum.


Sepertinya begitu juga dengan saat ini, pria tua berdarah dingin itu akan kembali memberikan sedikit arahan dan juga pelajaran pada Handoko yang sudah berani bermain-main dengannya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2