ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 15


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanan ku, aku naik ke lantai atas dengan langkah sedikit ragu, aku takut Mas Hendrick masih marah sama diriku selain itu aku merasa bingung harus bersikap bagaimana dalam menghadapi nya. Mungkin tadi memang salah diriku, karena aku yang berkata dengan lancang, seharusnya aku bisa menjaga omongan aku supaya tidak menyinggung perasaan Mas Hendrick, seharusnya aku bersikap elegan dengan tak banyak bicara.


Saat tiba di dalam kamar, aku mengedarkan pandangan ku, aku tidak melihat keberadaan Mas Hendrick, ternyata Mas Hendrick sedang berada di balkon karena aku melihat pintu menuju balkon yang terbuka. Aku tidak ingin mengganggu nya dulu, biarlah dia menenangkan dirinya dengan berpikir sendiri.


Aku lalu memutuskan untuk merebahkan diriku di peraduan, mengistirahatkan tubuhku yang terasa sedikit lelah agar esok hari aku bangun dalam keadaan lebih segar dan bisa berpikir dengan jernih. Besok aku akan mengunjungi Yumna lagi, aku harap ada perkembangan terkait kondisi kesehatan adikku. Adikku harus sembuh, karena suatu hari nanti, saat masa kontrak ku menjadi istri simpanan Mas Hendrick berakhir, aku akan mengajak adikku untuk kembali ke kampung halaman tempat kami di lahirkan dan di besarkan. Aku harus merebut kembali apa yang Tante aku ambil dari kami, aku harus memperjuangkan harta peninggalan Ayah hingga jatuh ke tangan kami lagi kembali.


***


''Raisa bangunlah!''


''Raisa,'' saat aku baru terlelap beberapa saat, aku merasa tubuh ku ada yang mengguncang pelan. Aku membuka mataku perlahan, begitu mataku sudah bisa melihat dengan jelas, aku melihat tubuh Mas Hendrick sudah berada di atas ku. Wajahnya dan wajahku berada begitu dekat. Sontak saja hal itu membuat aku kaget, ''Mas, maaf. Kamu tadi kenapa marah sama aku?'' kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut ku.

__ADS_1


''Kamu jangan tidur dulu, kamu harus Mas hukum karena kamu telah membuat mood Mas merasa begitu buruk,'' Mas Hendrick berkata menyeringai.


''Maksud kamu?'' tanyaku tak mengerti.


''Bangunlah, lalu ganti pakaian mu dengan lingerie yang Mas beri tadi,''


''Tapi ....,'' ucapku menggantung karena Mas Hendrick memotong cepat ucapan ku.


''Aku ke kamar mandi, ya Mas.''


''Huum,'' jawabnya dengan ekspresi datar. Aku lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengganti piyama tidur biasa yang aku pakai dengan piyama seksi yang Mas Hendrick perintah.

__ADS_1


Aku menatap pantulan diriku di depan cermin kamar mandi, aku merasa malu sendiri melihat penampilan aku. Lingerie yang aku pakai begitu terbuka dan transparan sehingga lekuk tubuh ku terekspos dengan jelas, bagian intim di tubuh ku juga terlihat jelas. Aku seperti tengah telanj*ng.


''Pakaian apaan ini?'' rutuk ku di dalam hati.


''Emang Mas Hendrick mau menghukum ku bagaimana?'' lagi, aku bergumam kecil.


''Sudah belum? Lama amat,'' suara Mas Hendrick terdengar di iringi dengan suara ketukan di pintu kamar mandi. Aku lalu keluar dari dalam kamar mandi, ''Maaf lama Mas,'' ucapku ketika aku sudah berdiri di depan Mas Hendrick. Aku menundukkan wajah ku. Tidak lama setelah itu Mas Hendrick langsung menggendong tubuh ku lalu ia membawa aku ke peraduan, ''Kamu sungguh menggoda Sayang,'' ucapnya dengan nafasnya yang memburu. Aku pun hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mas Hendrick melepaskan pakaiannya dengan cepat, lalu setelah itu ia mulai menyentuh ku, menciumi pipi, kening, bibir dan seluruh bagian tubuh ku.


''Maafkan Mas Sayang, tadi Mas kelepasan bersikap kasar di hadapan mu. Mas sungguh tidak rela mendengar kamu berbicara seperti itu, dan Mas tidak rela kalau suatu hari nanti kau pergi dari hidup Mas. Rasanya Mas benar-benar sudah mencintaimu,'' Mas Hendrick berkata lirih dengan posisi kepalanya berbaring di atas dada ku. Ia memeluk ku, akupun balas membelai rambut nya.


''Lalu bagaimana dengan wanita itu Mas?'' pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut ku.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2