
"Neng di bawah ada seseorang wanita tua, kata nya dia nenek nya neng" tutur mbok Yem.
"Nenek?" Tanya Yasmin. Memastikan kalau ia dengar tidak salah, Yasmin berbalik melihat pada Damar dengan penuh tanya.
Setau nya Damar tidak punya nenek. Dan setau nya Damar tidak punya nenek, dan apa mungkin itu nenek nya yang dulu Sombong itu kini menemui nya.
" mas, emang nya kamu masih punya nenek?." Tanya Yasmin.
" Tidak sayang." Jawab Damar yang tengah berbaring di atas tempat tidur.
" Terus siapa dong mas?." Tanya Yasmin bingung, tidak mungkin kan nenek nya yang datang, rasa nya sangat mustahil.
" Tidak tahu yank, sudah sini dulu." Ucap Damar menggerakkan tangan nya meminta Yasmin untuk mendekat pada nya.
" Kita tidak ke bawah dulu mas, nama tahu penting." Ucap Yasmin.
" Nanti yank bobok dulu yuk." Ucap Damar lalu menarik Yasmin untuk segera naik ke atas tempat tidur.
__ADS_1
" Mas, kalau saudara kita ternyata yang di bawah bagaimana?." Tanya Yasmin, Yasmin merasa tidak enak ada seseorang yang sedang menunggu nya, sementara ia masih bermesraan dengan sang suami.
" Yank, mas jarang libur ya dan mas tidak punya banyak Waktu sama kamu selain lagi cuti begini, jadi mas minta kamu fokus sama mas kalau mas lagi di rumah." Ucap Damar.
" Iya tapi mas...
" niat baik tidak baik di tunda." Tutur damar.
" Niat baik yang gimana mas?." Tanya Yasmin sambil menarik hidung mancung Damar.
" Niat baik tambah anggota baru sayang ku." Bisik damar dengan mesra tepat di samping telinga Yasmin.
" Tapi?." Ucapan Yasmin menggantung.
" Mas nya yang niat banget." Lanjut Yasmin dengan kesal.
" He he he ibadah yank." Ucap Damar dengan terkekeh.
__ADS_1
" Mas serius tidak sih dengan punya anak enam, kebanyakan mas, Yasmin takut." Ucap Yasmin.
" Dua juga cukup yank." Jawab Damar
" tidak maksa kan mas?." Tanya Yasmin.
" Tidak sayang tapi mas tidak mau satu minimal dua ajalah." kata damar paling tidak kalau dua anak zie tidak kesepian seperti dirinya salah satu penyebab damar sangat dekat dengan Edo adalah karena keduanya sama-sama anak tunggal hingga keduanya seperti saudara sekandung walaupun memang keduanya masih memiliki ikatan darah.
" Gitu dong mas jangan 6 gemuk badan melahirkan itu ngerti Yasmin takut mas." jawab Yasmin.
Yasmin mengingat saat ia melahirkan zie ditambah ada insiden yang menghambat laju kendaraan mereka saat itu bahkan sampai Yasmin pendarahan namun senyum Yasmi terbit, saat melihat wajah sang putri yang telah ia lahir kan walau pun dengan cara Operasi cecar, Namun Yasmin meerasa sempurna saat berhasil memberikan damar seorang anak.
" yank, kamu tidak minum pil KB kan?." Tanya Damar. Damar memang ingin cepat Yasmin hamil lagi lagipula usia putrinya sudah satu tahun ditambah lagi putrinya selalu bersama oma nya jadi damar dan Yasmin tidak direpotkan dengan anak tersayang nya itu walaupun mereka juga ingin putrinya bermanja pada mereka tapi mau bagaimana lagi mama Sinta akan ngambek kalau tidak dibolehkan sehari saja tanpa putrinya itu dan damar tidak mau menyakiti hati sang mama.
" Tidak sih mas, kan dua hari yang lalu mas suruh berhenti." Jawab Yasmin.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...