ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
66


__ADS_3

Ratih dan Sinta terus tertawa karena pembicaraan mereka.


" Yasmin kapan kapan kamu ke rumah mama nya." Ucap mama Sinta sambil menatap Yasmin yang berada di depan nya.


"Buat apa Ma?" Tanya Edk. Karena ada rasa penasaran di hatinya.


"Mama mau ditemani masak" kata mama Sinta.


"Kamu bisa masak kan Yas? Mami sangat berharap kamu bisa masak" kata mami Ratih.


"Bisa mi" jawab Yasmin dengan wajah biasa saja karena memang ia tidak peduli lagi dan tidak mau memikirkan perasaan siapapun lagi.


"Ah senangnya" kata mami Ratih.


Mami Ratih menarik tangan mama Sinta agar menjauh dari lainnya dan berbisik di telinga Sinta.


"Ini baru mantu mbak, bukan seperti Celin menantumu yang tidak bisa apa-apa itu. Kata mami Ratih di telinga mama Sinta. Dan tidak ada yang mendengar ucapan mami Ratih selain mama Sinta.


Mama Sinta merasa tersindir dengan ucapan mami Ratih padanya.


Jujur saja sebenarnya mama Sinta juga ingin punya menantu yang bisa memasak. Apalagi mama Sinta sangat suka sekali berbelanja di pasar tradisional. Karena menurut mama Sinta sayur di sana sangat segar dan langsung dari petani.


Namun sayang apa mau dikata menantunya tidak bisa melakukan sesuai dengan keinginan mama Sinta.

__ADS_1


Terkecuali Sinta mengajaknya berbelanja dan membeli barang-barang mahal baru Celin mau dan sangat mengerti.


Apalagi kalau mama Sinta mengajak Celin keluar negeri Celin tidak akan memikirkan suaminya yang ditinggalkannya sendiri.


"Yasmin kita photo keluarga dulu ya" kata mami Ratih.


Mami Ratih lah yang paling antusias di situ.


Sedangkan mama Sinta sudah sedikit kehilangan semangat. Sejak mami Ratih berbisik di telinganya, mama Sinta hanya sedikit tersenyum pada Celin menantunya itu.


"Mbak sini dong" kata mami Ratih.


Mami Ratih menarik tangan mama Sinta karena mama Sinta kelihatan bengong dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Dan semua anggota keluarga sudah berdiri, beraturan di sana.


Cekrek cekrek.


Gambar sudah di ambil oleh seorang photografer keluarga Damar,


" Oke, sekarang kami semua mundur dan sekarang ke empat pasangan muda harus ber foto." Kata mami Ratih.


" Apa sih mi, Yasmin kan malu." Protes Edo.

__ADS_1


" Apa sih kamu Do, mami tidak nanya pendapat kamu ya." Ucap mami Ratih.


" Do, peluk Calon istri mu, Damar peluk istri mu juga." Ucap mami Ratih.


" Mi malu." Kata Edo lagi.


" Do, jangan buat mami malu di depan orang orang gara gara mami jewer telinga kamu di sini." Kata mami Ratih berbisik di telinga Edo.


Edo melihat sekeliling nya, banyak sekali tamu dan Edo mulai merinding kalau sampai mami nya menarik telinga nya, di hadapan tamu saat ini, pasti hancur harga diri nya itu.


" Iya iya Mi." Jawab Edo dengan pasrah.


" Gitu dong, kan enak." Kata mami Ratih sambil tersenyum saat melihat Edo dan Yasmin.


" Damar, kamu kenapa diam? Ayo peluk istri tercinta mu itu." Ucap mami Ratih. Mami Ratih memang tidak suka dengan Celin yang sangat sombong itu, dan tidak suka mengurus suami nya, yang ia tahu hanya uang, belanja, main, tidak memperdulikan Damar bagaimana.


" Sayang, ayo peluk aku!!!!." Kata Celin, sambil menarik tangan Damar dari belakang agar memeluk pinggul nya


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2