ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
276


__ADS_3

CEKLEK.


Pintu terbuka dan Sela datang membawa rantang berisi makanan yang sudah ia masak untuk sang suami.


"Kakak" Kata Sela dengan bahagia, tapi senyumnya hilang saat melihat Lina duduk bersebelahan dengan Adam.


"Sela" kata Adam dengan rasa takut jika istrinya cemburu.


"Kakak Sela bawa makanan" kata Sela lalu meletakannya di meja dan langsung duduk di pangkuan Adam.


Adam bingun dengan Sela tidak biasanya Sela seperti itu. Bahkan biasanya di paksa saja ia tidak mau, dan tadinya Adam pikir Sela akan kembali ke sikap cengengnya yang selalu menangis. Tapi kini Sela justru melakukan hal yang di luar dugaan Adam.


"Kamu istri Adam?" tanya Lina yang masih duduk di samping Adam.


"Iya" Sela mengalungkan tangannya di leher Adam dengan bersandar di dada bidang sang suami.


"Aku teman Adam" kata Lina entah apa yang di rencana kan wanita itu hingga ia tetap berusaha tenang.


"Sela istri kak Adam yang paling cantik" Sela mendongak menatap Adam.


"Kak Sela cantik kan?" tanya Sela.


"Ha" Adam yang masih di kuasai rasa bingung mulai tersadar.

__ADS_1


"I-iya sayang kamu cantik" kata Adam dengan jelas di telinga Lina.


"Iya dong kalau Sela nggak cantik, Kak Adam nggak akan maksa Sela buat nikah sama Kakak" jawab Sela santai yang justru membuat Adam sedikit malu.


"Tapi Sela juga cinta sih sama kakak" lanjut Sela.


Adam bahagia mendengar ucapan Sela, pertama kalinya Sela bersikap manja padanya dan hal itu sangat di sukai Adam, hingga Adam tersenyum bahagia bahkan kebahagiaan Adam rasanya sangat tak terhingga.


"Iya sayang, kamu bawa apa?" tanya Adam melihat Sela membawa makanan.


"Bawain makanan kesukaan kamu dong" kata Sela.


"Adam apa kita bisa bicara?" tanya Lina menahan kesal karena merasa di abaikan setelah kedatangan Sela, bahkan Lina semakin kesal dengan Sela yang duduk si pangkuan Adam.


"Tapi aku tidak ingin ada orang lain" kata Lina.


"Saya Sela istri Adam Wijaya bukan orang lain" kata Sela dengan tegas.


"Maksud ku kami mau berbicara hal yang penting" Lina tetap menahan diri ia tidak mau Adam semakin menghindarinya bila saat ini ia menghajar Sela di hadapan Adam.


"Hal penting apa?" Sela mentap Adam penuh tanya.


"Kak apa ada yang lain lebih penting dari Sela" tanya Sela.

__ADS_1


"Nggak sayang, kamu yang paling penting dalam hidup kakak" jawab Adam dengan tersenyum.


"Kamu dengarkan Lina suami saya bilang apa? Jadi kalau mau bicara di sini saja" kesal Sela.


Lina mengepalkan tangannya tetap berusaha tenang ia mungkin harus memikirkan cara lain, untuk bisa membuat Adam tetap bersamannya selalu ada untuknya seperti dulu lagi.


"Sayang nyuapinnya jangan banyak-bayak" Adam merasa mulutnya tidak muat sebab Sela menyuapinya dengan cepat dan banyak sekali.


"Kakak harus cepat habisin."


"Kenapa memangnya?" tanya Adam bingung.


"Sela mau di temanin bobo siang" jawab Sela sambil tetus menyuapi Adam.


Adam sangat bersemangat bila Sela berbicara hal yang berbau ranjang, tapi tidak dengan Lina. Lina merasa di anggurkan karena Adam dan Sela malah pamer kemesraan di hadapannya tanpa menganggapnya ada di sana.


"Adam urusan kita belum selesai" Lina pergi dengan rasa kesal meninggalkan Sela dan Adam yang sibuk bermesraan.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2