
Langit tersenyum puas melihat ekspresi Zie.
"Wanita ini terlihat nakal namun ternyata masih sangat polos" Ucap Langit dalam hatinya.
Zie memejamkan mata saat wajah Langit semakin mendekat. Jantungnya berdetak lebih cepat tidak seperti biasa, ia harus mencari ide untuk menggagalkan rencana Langit.
Disaat hidung mereka hampir bersentuhan, dengan keberanian penuh Zie menginjak kaki Langit hingga mengaduh kesakitan membuat celah untuk Zie, dengan cepat Zie menyambar bajunya lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.
Dengan detak jantung yang belum normal, Zie melihat pantulan dirinya dari cermin.
"Pantas saja dia seperti itu, mana tahan lihat tubuhku yang bahenol seperti ini apalagi yang tertutup hanya sebagian. Jangan memantik api bila kamu tidak siap terbakar" Ucap Zie di kamar mandi.
Sedangkan Langit tertawa puas melihat reaksi Zie seperti itu.
"Menjahili wanita ini sangatlah menyenangkan. Tapi kenapa tadi aku sangat menginginkan untuk menyentuh kulitnya? Benar-benar bahaya banget tuh cewek, bisa-bisa aku tadi lepas kendali bila saja dia tidak menginjak kaki ku" Rutuk Langit dalam hati.
Setelah beberapa saat Zie menunggu Langit keluar dari kamar mandi, Langit keluar dengan handuk yang melilit di pinggang membiarkan tubuh bagian atasnya bebas terekspos.
Zie sempat terperangah sebentar lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela, ia tidak mau terkena serangan jantung di usia yang masih muda.
Setelah selesai memakai baju, Langit menghampiri Zie yang duduk di sofa sebelah jendela. Dengan langkah yang tegas, Langit mendekat sambil membawa kertas yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Nih baca! Jangan sampai ada yang terlewat" Langit menyodorkan kertas itu, lalu duduk di sebelah Zie.
"Lalu tulis apa yang menjadi persyaratan darimu"
Zie membaca kertas yang di berikan oleh Langit, sejenak ia terdiam lalu mengerutkan keningnya.
"Lihat saja sampai mana kau akan bertahan denganku, jangan panggil Zie Natakusuma bila tidak bisa menaklukkan lelaki sepertimu" Batin Zie dengan tersenyum miring saat selesai membaca isi kontrak tersebut, menurutnya isi kontrak itu terlalu konyol.
Persyaratan dari pihak pertama:
Perjanjian Kontrak Nikah.
-Bersikap mesra hanya di depan keluarga dan di depan umum.
-Pihak kedua harus selalu siap bila pihak pertama membutuhkan.
-Pihak kedua tidak boleh memiliki hubungan dengan laki-laki lain.
-Tidur di ranjang terpisah meski satu kamar.
- No ****, No love
__ADS_1
"Hanya ini?" tanggapan Zie di luar dugaan Langit.
"Akan ku buat kau terikat bersamaku selamanya" Batin Zie penuh tekad lalu ia menulis di atas kertas itu.
Persyaratan dari pihak kedua:
-Pihak pertama tidak boleh menceraikan pihak kedua, kecuali pihak kedua yang menginginkan perceraian itu.
Zie menyodorkan kembali kertas yang berisi perjanjian tersebut, Langit memicingkan matanya saat membaca persyaratan dari Zie.
"Bagaimana mungkin hanya kamu yang boleh meminta bercerai?" Langit tidak percaya dengan apa yang di tulis oleh Zie.
"Kenapa memangnya? Toh aku tidak boleh memiliki hubungan dengan laki-laki lain, jadi apa masalahnya?" Zie berkata dengan santainya.
"Bisa saja sih aku ganti, tapi ada persyaratan yang harus aku ubah. Pertama mas harus bersikap terbuka denganku, kedua tidak boleh ada orang ketiga diantara rumah tangga kita, ketiga aku wanita normal dan mungkin suatu saat juga akan menginginkan hubungan yang intim. Gimana? Dengan begitu mas boleh menceraikan aku setelah setahun pernikahan kita" Zie menantang Langit.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1