
Tok.. tok.. tok..
"Apa bik, masuk aja" ucap Sindy yang mengira itu ART nya. Lalu Zie langsung membuka kenop pintu kamar Sindy, dan Sindy pun sangat kaget ternyata Zie yang masuk.
"Zie, kok...." Ucap Sindy terhenti karena Zie langsung memeluk nya dengan erat.
"Udah udah, sini cerita" ucap Sindy seraya mengelus pundak sahabat nya itu.
"Foto yang aku kasih tau kamu tadi, itu suami aku" ucap Zie dengan isak tangis nya.
"Hah? Langis Bagaskara? Seorang CEO pewaris salah satu tiga serangkai pebisnis dunia itu?" Tanya Sindy dengan berteriak karena sangat syok, ternyata suami sahabat nya adalah satu orang terkaya di dunia.
"Hih Sindy, kenapa teriak-teriak" ucap Zie yang kesal dengan Sindy.
"Abis nya aku kaget banget, maaf maaf. Ya udah ayok lanjut cerita lagi" ajak Sindy.
__ADS_1
"Aku udah sayang banget sama dia, tapi sejauh ini aku nggak tau kalau dia masih punya pacar yang nama nya Winda Winda itu" jelas Zie.
"Ee mungkin aja mereka udah putus? Bisa aja kan?" Jawab Sindy.
"Tapi kalau udah putus terus tadi apa, foto mereka kelihatan mesra loh" ucap Zie lagi.
Pasal nya, foto yang di lihat Zie yaitu foto saat Langit dan Winda berada di salah satu restoran mewah yang berada di Amerika. Dan foto tersebut memperlihat kan saat Winda dan Langit berpegangan tangan, tampak begitu sangat mesra.
"Terus mau kamu gimana?" Tanya Sindy pada Zie, Sindy juga bingung harus memberi saran seperti apa untuk Zie. Karena ia sendiri juga melihat dengan jelas bagaimana mesra nya foto tadi, itu sudah pasti membuat hati Zie sangat hancur.
"Terus kamu kenapa bawa koper segala, kamu kabur dari rumah?" Tanya Sindy yang baru sadar ternyata Zie datang dengan membawa koper.
"Kayak nya aku udah nggak bisa lanjutin pernikahan aku ini Sin" jawab Zie yang tak sesuai pertanyaan dari Sindy.
"Hey, semua nya bisa di bicarakan baik-baik Zie" ucap Sindy seraya memegang wajah cantik sahabat nya yang sudah di penuhi air mata itu.
__ADS_1
"Kalau kamu udah ngerasa capek sama suami kamu tapi kamu tetep nggak boleh seperti ini, minimal kamu harus inget kalau kamu masih punya keluarga. Dengan kamu pergi begini, kamu malah bikin keluarga kamu khawatir dan berpikir yang tidak-tidak" ucap Sindy dengan lembut agar Zie bisa menerima saran dari teman nya.
"Aku nggak akan kemana-mana, tapi aku juga nggak mau pulang" jawab Zie.
"Lalu? Maksud kamu?" Tanya Sindy yang bingung maksud ucapan sahabat nya itu.
"Aku mau nginep disini dulu buat nenangin pikiran aku, soal nya kalau aku di rumah dan semua tau kalau aku lagi ada masalah malah semakin membuat mereka khawatir. Boleh ya?" Tanya Zie.
"Ya udah iya boleh, tapi kalau udah tenang kamu pulang ya. Bukan nya aku nggak mau numpangin kamu, tapi kalau lama-lama pasti keluarga kamu makin khawatir dan nyariin kamu" ucap Sindy seraya kembali memeluk Zie, dan Zie pun mengangguk i ucapan Sindy.
"Jangan sampai keluarga kamu nanti lapor polisi, terus malah aku yang di tuduh nyulik kamu" ucap Sindy secara tiba-tiba, dan ucapan nya berhasil membuat Zie tersenyum.
"Nggak usah lebay deh, mana ada sahabat malah di tuduh nyulik sahabat nya sendiri" ucap Zie dengan tertawa kecil.
"Nah gitu dong ketawa lagi, udah sini sini peluk lagi" sahut Sindy seraya menarik Zie agar berpelukan lagi.
__ADS_1
Kok bisa ya Langit berduaan gitu sama Winda, hmm🤔, eits eits kita tidak boleh ya berfikir negatif thinking dulu, kita masih melihat foto, belum bertanya langsung kepada Langit,