
Damar begitu terlihat seperti orang yang sedang menahan rasa sakit di dalam dada nya, bagaimana tidak, Yasmin adalah istri nya tapi ia tidak bisa berbuat apa apa untuk istri ke dua nya itu.
Setelah Damar masuk dan duduk, Adam juga membuka pintu kemudi lalu masuk, dan mulai menyalakan mesin mobil nya, Adam akan membawa Damar ke salah satu apartemen milik Damar yang di tempati oleh Adam, karena di sana tidak ada siapa siapa dan Damar bisa menenangkan diri.
Setelah beberapa menit mengemudi, kini Adam mulai memikirkan mobil nya, lalu ia membuka pintu untuk Damar, Damar juga ikut turun, Damar mulai berjalan dengan Adam yang berada di belakang nya. Sampai akhir nya Damar dan Adam masuk ke dalam apartemen itu.
Damar mulai mengambil beberapa botol minuman dan membawa nya ke ruang santai yang ada di apartemen itu, Damar mulai mendudukkan diri nya di lantai, dan mulai membuka tutup botol minuman itu dan mulai meminum nya.
Tubuh nya terlihat sangat berantakan, rambut nya yang biasa nya rapi kini terlihat acak acakan, jas yang tadi di gunakan sudah di lempar ke lantai, kemeja nya sudah terbuka dan tidak terkancingkan lagi, lengan kemeja panjang nya sudah tidak terkancingkan lagi.
Damar terus meminum minuman itu, Adam duduk di sofa melihat apa yang di lakukan Damar, Adam sudah tidak sanggup lagi melihat bos nya seperti itu.
yang sangat terlihat sangat tersiksa, Adam bangun dari duduk nya dan mengambil botol minuman yang ada di tangan Damar.
__ADS_1
Damar yang tadi menunduk, dengan memegang botol minuman di tangan nya, mulai mendongak dan melihat siapa yang telah berani menggangu nya, dan mata nya menatap tajam Adam karena sudah berani mengambil minuman nya, Damar berdiri dan menarik kerah baju Adam.
" Kami, berani sekali bertingkah tidak sopa pada ku." Kata Damar, Setelah mengatakan itu, Damar mendorong tubuh Adam, hingga Adam tersengkur ke sofa Yanga ada di dekat mereka.
" Tapi bos, jangan menyiksa diri, semua bisa di selesaikan baik baik." Adam berusaha menenangkan bos nya itu.
Damar mendekat pada Adam, dengan kemarahan yang sudah menguasai diri nya, ia sangat benci pada siapa saja yang telah mengganggu nya saat ini.
Adam bagai mendapat tamparan, setelah mendengar apa yang di ucapkan Damar pada nya.
Adam mulai mengepalkan tangan nya dan membanting botol minuman yang masih ada di tangan nya ke dinding.
Duarrrr.
__ADS_1
Suara botol itu pecah di dinding, Adam mendekati Damar dan menarik kerah baju Damar, dengan kemarahan yang sudah memuncak.
Buk....buk... Adam memberi Bogeman pada Damar, Damar tersungkur di lantai dan di sudut bibir nya terlihat mengeluarkan cairan berwarna merah.
Dalam diam saja ia tidak membalas, Damar sadar kenapa Adam memukul nya.
" Aku tahu, aku hanya bawahan mu, dan aku juga tahu yang selama ini kamu menghidupi ku, tapi apa pantas kamu mengatakan ini semua pada ku, kita bersahabat sejak kecil dan kita juga sekolah di sekolah dan kuliah di tempat yang sama yang....
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1