
"Iya tenang aja, aku ke kamar tamu dulu" Sela langsung masuk ke kamar tamu, ia sudah sangat hafal dengan rumah Yasmin dan tidak ada lagi kata sungkan.
"Mau saya temani?" goda Adam.
"Mama ayo" papa Hardy memapah sang istri.
"Pa kita jangan pulang ke rumah dulu ya, kita di sini aja Mama nggak mau jauh-jauh dari Zie" mata Mama cinta yang berkaca-kaca meminta agar papa Hardy mengabulkan keinginannya.
"Iya sayang" papa Hardy mengangkat tubuh Mama Sinta, walaupun usia tidak lagi muda tapi tenaga papa Hardy masih kuat kalau hanya mengangkat tubuh istri tercinta.
Mama Sinta dan papa Hardy memang memiliki kamar sendiri di rumah Damar, sebab mama Sinta sangat sering menginap di sana dan sejak saat rumah itu direnovasi Damar membuatkan kamar untuk mamanya di bawah. Karena Damar sangat tahu jika mama Sinta tidak suka naik turun tangga ataupun menggunakan lift.
"Pa, nggak usah diangkat" ucap mama Sinta.
"Nggak papa kamu masih gemeteran" papa Hardy tidak sanggup melihat tubuh acak-acakan Mama Sinta yang kini justru ketakutan bahkan rasanya untuk berdiri saja Mama Sinta berusaha sekuat tenaga.
Mama Sinta diam dan memeluk leher Papa Hardy, rasanya sudah lama sekali ia tidak merasakan digendong suami karena usia yang tidak lagi muda.
"Mama mandi dulu ya" ucap Papa Hardy memasukkan mama Sinta ke dalam bathtub setelah melepas semua pakaian istrinya.
__ADS_1
Mama Sinta hanya diam saja, papa Hardy dengan telaten memandikan sang istri. Air matanya menetes melihat lebam yang membekas di bagian tubuh istrinya, selama hidup bertahun-tahun dengannya tidak sekalipun ia pernah membentak Mama Sinta ataupun berlaku kasar pada sang istri, namun ia tak pernah membayangkan ada orang yang malah tega melakukan itu pada istrinya, orang asing yang sama sekali tak ia kenali.
"Auw" Mama Sinta meringis merasa sakit.
"Bentar ya Ma, biar segar" kata papa Hardy yang mulai menyabuni tubuh sang istri.
"Iya pa, perih" kata mama Sinta.
"Iya sayang sabar ya, udah mau selesai" kata papa Hardy yang mulai membilas tubuh mama Sinta.
Dengan pelan dan sedikit menggigil, mama Sinta berdiri. Dengan cepat Papa Hardy memakaikan handuk di tubuh Mama Sinta.
"Nggak papa ma" jawab papa Hardy.
Papa Hardy membaringkan tubuh mama Sinta lalu ia mengambil piyama milik Mama Sinta di lemari.
"Duduk"
Papa Hardy memakaikan pakaian untuk mama Sinta dengan pelan, setelah itu ia dengan cepat membersihkan dirinya karena ia juga harus mandi sebab tubuhnya juga sangat bau keringat.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Papa Hardy kini selesai mandi dan sudah berpakaian bersih.
"Mama tunggu di sini dulu ya, papa ambil makanan dulu" ucap apa Hardy.
"Iya pah"
Papa Hardy ke dapur dan meminta membantu menghangatkan makanan, setelah itu ia membawa nampan berisi nasi lengkap dengan lauk dan air minum ke kamar.
"Ma ayo makan" ajak papa Hardy dan ia juga ikut naik ke atas ranjang.
"Pa kok cuman satu piring, terus buat Papa mana?" Mama Sinta tahu papa Hardy juga pasti belum makan.
"Kita makan sama-sama ya" jawab papa Hardy dengan mengelus pipi Mama Sinta.
"Iya pa" jawab Mama cinta dengan mengangguk.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...