ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 13


__ADS_3

"Kamu kemana aja tiga hari ini kok ngga ada kabar sama sekali, kamu ini masih anggap aku teman ngga sih?" Lana memberondong pertanyaan pada Zie.


Zie hanya tersenyum menatap sahabatnya. Lana adalah orang paling berjasa, dia sering membantu Zie saat kesulitan mengerjakan tugas dari kampus dan bahkan Lana lah yang selalu ada disaat Zie sedang sedih.


"Aku ada acara keluarga Lana" Jawab Zie.


"Oh iya, kamu ngga goda adik tingkat lagi kan waktu aku ngga ngawasin kamu" Goda Zie pada Lana dan Lana hanya membalas dengan senyuman.


Lana meskipun terlihat tampan dan cool, namun dibalik itu dia juga sangat playboy kelas kakap. Sering kali bergonta-ganti pasangan, Zie sudah lelah menasehati Lana agar mencari orang yang tepat dan berhenti bermain-main. Tanpa Zie sadari, bagi Lana orang yang tepat hanyalah Zie namun Zie tidak menghiraukan perasaan Lana dan bahkan Zie hanya menganggapnya sahabat saja tidak lebih.


"Kamu tenang aja Zie, hatiku cuman buat kamu jadi jangan hiraukan kesetiaan ku" Lana mengangkat alisnya meyakinkan Zie.


"Ish apa sih kamu"


Zie berjalan menuju perpustakaan dan di ikuti oleh Lana di belakangnya.

__ADS_1


Lana yang duduk tepat di depan Zie memperhatikan Zie yang terus sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya yang sempat tertinggal.


Lana berdiri dan mendekati Zie.


"Masih lama? Makan malam dulu yuk" Lana mengajak Zie untuk makan terlebih dahulu karena jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Zie mengangkat wajahnya dan menatap Lana sejenak. Kemudian ia melihat jam di ponselnya, betapa kagetnya Zie saat melihat ada beberapa panggilan dari nomor asing. Ia langsung teringat jika belum menyiapkan makan malam untuk Langit.


Dengan segera Zie mengemas buku-bukunya dan beranjak dari duduknya ingin segera pulang. Lana yang melihat Zie seperti terburu-buru, Lana memegang lengan tangan Zie kemudian bertanya.


"Maaf ya Lan, aku harus segera pulang soalnya tadi lupa ngabarin kalo bakal telat pulangnya hari ini. Pasti mama sama papa khawatir sama aku" Kilah Zie, dengan terpaksa ia berbohong karena tidak mau pernikahannya di ketahui.


Langit begitu geram saat mendapati Zie tidak ada di apartemen saat ia pulang. Ia mencoba beberapa kali menghubungi nomor istrinya itu namun tak kunjung ada jawaban.


Waktu sudah menunjuk pukul tujuh malam, namun Zie belum juga datang. Meski Langit belum mencintai Zie namun Zie tetaplah tanggung jawabnya, sehingga wajar saja bila ia merasa khawatir tentang keberadaan Zie karena Zie adalah istrinya.

__ADS_1


Saat Langit bersiap untuk mencari Zie, terdengar suara pintu di buka dan munculah orang yang sedari tadi mengusik pikirannya namun Langit malah langsung berpura-pura membaca majalah.


"Assalamu'alaikum" Zie mengucap salam lalu melepas sepatunya di sebelah pintu dan menggantinya dengan sandal rumahan.


"Wa'alaikumsalam" Jawab Langit tanpa menoleh kearah Zie.


Zie berjalan menuju tempat dimana Langit berada, lalu ia meraih punggung tangan Langit dan mencium punggung tangan suaminya tersebut. Ia mencoba menampilkan senyum paling manisnya agar Langit tidak marah padanya.


"Maaf mas aku telat pulangnya, tadi kuliahku ada kelas siang terus habis kelas aku ngerjain tugas-tugas yang sempet ketinggalan kemaren waktu aku ngga masuk terus pas ngerjain tugas eh ngga sadar udah malem" Zie menyengir pada Langit dan duduk di sebelah Langit.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2