ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
316


__ADS_3

"Kau sadar! Sela sedang mengandung, dia mengandung anak mu. Tapi kau malah dengan mudah menceraikannya apa kau punya hati! Dan kemana kau menghilang selama ini, lihat tubuh mu. Sudah seperti orang gila" Tutur papa Hardy dengan tegas.


"Papa, kita dengarkan dulu alasan Adam"


Mama Sinta berusaha menjaukan papa Hardy dari Adam yang berjarak beberapa meter darinya, sebab mereka kini masih di rumah sakit. Lebih tepatnya di depan ruangan Sela.


"Baiklah jelaskan! Cepat!" Bentak Papa Hardy.


"Sela minta cerai Pah" Kata Adam tertunduk tak berani menatap papa Hardy.


"Lalu kau ceraikan! Iya! Begitu!" Tak ada nada lembut dan bersahabat yang biasa di tunjukan papa Hardy pada keluarganya.

__ADS_1


"Iya Pah, sebab dari awal Sela memang tidak mau menikah dengan Adam tapi Adam memaksanya" Kata Adam lagi.


"Dan kau tidak berkata apa-apa pada kami! Aku tau Adam aku hanya Papah angkat mu dan selamanya akan begitu, jadi kau tak membutuhkan kami untuk menyelesaikan masalah mu kan" papa Hardy meluapkan ke kecewaaanya pada Adam.


"Bukan begitu Pah" Adam tak ingin jika ia memberitahu yang lain karena ia malu atas kegagalan rumah tangganya, juga ia tak mau menyeret mereka masuk kedalam masalahnya.


"Lalu bagaimana? Hanya aku saja yang menganggap mu anak! Tapi ternyata kau tak menganggap aku orang tua mu!" Tutur papa Hardy dengan nada yang mulai rendah sebab mama Sinta menangis melihat Adam yang di tampar papa Hardy, juga kemaraham papa Hardy tanpa memikirkan perasaan Adam. Mama Sinta memang bukan wanita yang melahirkan Adam, tapi Adam juga memiliki posisi sama di hati mama Sinta seperti Damar.


"Lalu kemana kau menghilang selama ini! Kenapa kau malah menjadi pengecut" papa Hardy menarik kaos Adam dan hampir melayangkan bogem, tapi dengan cepat Damar berdiri dan menjauhkan papa Hardy agar tak melukai Adam.


"Pah sabar Pah, semua sudah terjadi dan tidak bisa di ubah lagi, sekarang semua hanya perlu kita perbaiki" Dengan takut Damar berbicara sebab papa Hardy juga malah menatapnya tajam.

__ADS_1


"Kalian berdua sama saja, tidak ada satu pun yang bisa membanggakan Papa, Damar begitu, Adam juga begitu. Kalian Papa biayai sedari kecil dengan uang halal tapi kenapa tingkah kalian tidak ada yang benar!" Kata papa Hardy.


Damar hanya bisa mendeguk saliva, niat hati ingin meredamkan amarah sang Papa tapi malah ia pun ikut terseret terbawa kembali dengan masalahnya yang sudah selesai kini malah terungkit lagi.


"Sudah-sudah, kita masih di rumah sakit malu di dengar orang" mama Sinta memeluk papa Hardy berharap suaminya bisa tenang.


"Pak Hardy, saya mohon di dalam anak saya sedang kritis dan anak saya saat ini butuh dukunga Pak, hiks hiks hiks" Bunda Lesti hanya bisa menangis sembari menatap sang putri dari kaca terlihat wajah sang putri sangat pucat, bahkan Sela menggunakan sangat banyak alat medis yang terpasang pada tubuhnya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2