
"Kamu harus tetap kuat menghadapi semua cobaan ini, demi anak-anak kita" Damar menyatukan dahinya dan dahi Yasmin.
"Kalau kamu kenapa-kenapa Mas bisa gila, jadi kamu harus tetap ada buat Mas dan yang lainya ya" Damar menjauhkan dirinya dan mungusap jejak air mata pada pipi Yasmin dengan ibu jarinya.
"Makasi Mas" Yasmin memeluk Damar dengan erat, bersama Danar kini ia jauh lebih kuat melewati semua cobaan dalam hidupnya.
"Iya, kita pulang ya" pinta Damar sambil melihat wajah Yasmin.
"Nggak, Yasmin mau di sini aja" Yasmin menolak dan ia kembali memeluk Damar.
"Sayang kita udah cukup lama di sini, ingat ada anak kita di rumah yang butuh asi kamu. Nanti kalau kamu udah selesai kasih asi kita balik lagi ke sini ya" Damar tak putus asa untuk membujuk Yasmin.
"Tapi kalau Ghaffar sadar terus nyariin Yasmin gimana Mas?" tanya Yasmin yang masih ragu untuk pulang.
"Mama tetap di sini sama Ghani, nanti kalau Ghaffar sadar Mama bakalan telpon kita. Lagian nanti kalau baby A, B, C, D sakit kamu nggak akan bisa buat jagain Ghaffar kan" pinta Damar lagi.
"Ya udah kita pulang Mas" Yasmin mengerti dengan ke khawatiran Damar mengenai anak-anak mereka. Bagaimana pun Yasmin tidak bisa egois masih banyak yang juga membutuhkannya termasuk anak-anaknya.
__ADS_1
Yasmin dan Damar berpamitan pada Mama Sinta dan Ghani, keduanya menyusuri lorong-lorong rumah sakit hingga saat ia berjalan tanpa sengaja seseora berkerudung dengan menutup wajahnya menabrak Yasmin.
BRUUK.
"Au" Yasmin meringis saat ia terjatuh ke lantai.
"Sayang, kamu nggak papa kan?" Damar panik juga khawatir dengan cepat ia membantu Yasmin berdiri. Sementara wanita yang menabrak Yasmin langsung pergi begitu saja tanpa meminta maaf atau pun bicara sepatah kata pun.
"Aku nggak papa Mas" Yasmin berdiri dan melihat tubuhnya yang baik-baik saja tanpa cedera apa pun.
"Kemana wanita tadi cepet banget hilangnya, Mas Yasmin kok seperti kenal ya sama wanita tadi" kata Yasmin pada Damar
"Siapa?" Damar melingkarkan tangan di pinggang Yasmin sambil keduanya kembali berjalan.
"Nggak tau Mas, tapi" Yasmin mencoba mengingat tapi ia pun tak dapat menemukan jawabannya.
"Udah, mungkin kamu salah orang lagian kalau dia kenal sama kamu dia pasti tegur kamu kan?" Damar meyakinkan Yasmin agar tak terlalu memikirkan hal yang tidak penting.
__ADS_1
"Iya Mas mungkin aja gitu" Yasmin masuk ke dalam mobil di susul Damar juga yang masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Kita pulang ya sayang" Damar mengacak rambut Yasmin dan mulai mengemudikan mobilnya, namun di tengah jalan Yasmin merasa tak tenang dan ia kasak-kusuk tak jelas.
"Sayang kamu kenapa" Damar yang melihat istrinya duduk tidak tenang merasa penasaran, dan ia mengutarakan pertanyaannya.
"Mas kita balik ke rumah sakit yuk, Yasmin nggak tenang soalnya" pinta Yasmin penuh harap pada Damar.
"Tapi yang, anak kita harus minum asi kan? Nanti setelah mereka kamu beri asi kita kembali lagi ke rumah sakit" pinta Damar.
"Yasmin mohon Mas kali ini aja. Yasmin beneran nggak tenang, Yasmin mohon," pinta Yasmin lagi kepada damar.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1