ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
48


__ADS_3

" Yasmin.." panggil Damar


Tok tok tok tok


" Yasmin." Damar terus menggedor dan memanggil Yasmin, tapi Yasmin yang sudah tertidur di dalam bathtub tidak mendengar sama sekali Damar memanggil nya.


Damar memutuskan pulang ke rumah besar nya, di mana ada ke dua orang tua nya dan istri nya di rumah, Damar keluar dari rumah itu dengan rasa kesal, sedih dan perasaan yang tidak menentu.


Setelah beberapa menit mengemudi, Damar kini sudah sampai di kediaman nya, Damar pulang dengan rasa kesal di hati nya.


Ceklek.


Damar membuka pintu utama rumah besar nya itu, terlihat wajah Celin dan mama Sinta duduk di sofa, ke dua nya sedang meminum secangkir teh, Damar terus berjalan tidka perduli pada dua wanita itu.


" Sayang." Celin memanggil Damar, karena Damar melewati mereka begitu saja.


Damar menghentikan langkah nya dan berbalik arah dan melihat Celin ada di belakang nya, Celin berjalan setengah berlari memeluk Damar


" Sayang kamu jadi kan beliin aku perhiasan keluaran terbaru terbaru?." Tanya Celin sambil bergelanjut manja di leher Damar.


" Em." Jawab Damar dengan mengangguk kan kepala nya.


" Oke, kalau begitu langsung ke kamar terus mandi, badan kamu bau." Kata Celin, lalu Celin menjauh dari Damar.


Damar mulai berjalan kembali menuju kamar nya, di kepala nya hanya ada Yasmin, entah apa kelebihan gadis 18 tahun itu, sehingga Damar begitu memikirkan nya.

__ADS_1


Ceklek.


Damar membuka pintu kamar nya dan ia berjalan masuk.


Hufff.


Damar menghembuskan nafas kasar nya.


" Entah kapan Celin bisa memperhatikan ku." Gumam Damar


Karena Damar ingin istri nya yang menyiapkan segala kebutuhan nya, dan selalu memperhatikan nya, tidak seperti Celin, istri nya itu hanya mengerti masalah belanja sedangkan untuk mengurus diri nya tidak mengerti.


Damar masuk ke dalam kamar mandi, dan mulai membersihkan diri nya, tidak berapa lama kemudian Damar sudah selesai dengan ritual mandi nya, ia mengambil baju sendiri di lemari.


Ceklek.


Pintu kamar Damar terbuka, Celin masuk dan memeluk Damar dari belakang.


" Sayang bikinin aku kopi dong." Kata Damar, karena ia ingin minum kopi buatan istri nya, tapi selama menikah tidak pernah sekali pun Celin menyedihkan kopi untuk nya.


" Enggak ah yang, aku suruh pembantu saja." Jawab Celin.


Huffft


Damar masih mencoba bersabar dengan tingkah Celin, ia tidak mau membuat keributan, karena ia senang malas berdebat, apa lagi ia takut Celin marah.

__ADS_1


" Sayang empat hari lagi, kita resepsi jadi besok kita ke butik untuk fitting baju ya, kamu jangan lupa." Kata Celin.


" Em." Jawab Damar cuek.


" Sayang." Celin membawa Damar duduk di ranjang, Damar mengikuti keinginan Celin.


" Sayang." Panggil Celin lagi.


" Em." Jawab Damar


" Kamu kenapa sih sekarang, kamu seperti sudah berubah sama aku." Kata Celin, karena memang sekarang Damar sering kali menghindari Celin.


" Maksud kamu?." Tanya Damar.


" Kamu sekarang sudah jauh berubah, kalau dulu apa yang aku minta kamu tidak pernah banyak berfikir, setiap aku mengatakan apa yang aku mau, kamu langsung memberikan, tidak seperti sekarang." Kata Celin yang mulai marah pad Damar.


" Oh begitu?." Damar tidak menanggapi Celin sedikit pun, di kepala nya hanya ada Yasmin.


" Yasmin apa kamu masih mengacuhkan ku." Batin Damar.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2