
"Iya, boleh nggak? Om kasih kamu uang kalau boleh" kata Adam agar anak itu mengijinkannya.
"Nggak usah pakek uang Om, lagi nggak ada Mama di rumah ambil aja nanti dosa nya saya tanggung" kata si anak itu, Adam dan Sela malah saling pandang dalam kebingungan.
"Ini beneran boleh?" tanya Adam.
"Iya, Mama lagi ke pasar Om dan Om cepetan ambil nanti kalau Mama pulang Om nggak akan di ijinin ambil itu mangga, lagian itu jumlah mangga udah di hitung sama Mama nanti kalau Mama tanya mangganya aku bilang aku yang makan, Mama nggak akan marah asal jangan orang yang makan Mama bisa jadi macan Om" kata si anak lalu pergi membawa sepedanya bermain di luar.
"Kakak ayo sebelum Mama itu anak balik" Sela menarik lengan Adam.
"Hah" Adam ikut saja seperti orang bingung karena apa yang di ucapkan anak tadi.
"Kakak bisa manjat nggak?" tanya Sela.
"Nggak yang" jawab Adam.
"Nggak papa, Sela aja yang panjat" kata Sela yang jagonya dalam memanjat.
"Sayang nanti kamu jatoh" kata Adam pada Sela yang sudah naik setengah pohon mangga itu.
"Kakak tenang, kan Kakak udah ajarin Sela caranya manjat yang baik dan benar" jawab Sela yang kini sudah berada di atas pohon mangga.
"Kapan?" Adam saja tak pandai memanjat tapi Sela mengatakan kalau ia yang mengajarkan Sela memanjat.
__ADS_1
"Setiap pagi, siang sore dan malam" jawab Sela setengah berteriak, karena ia sudah berada di puncak pohon mangga itu.
"Mana ada, Kakak ngajarin kamu manjat aneh deh" kesal Adam.
"Ada, manjat Kakak" seloroh Sela.
PAAAKK.
Adam melempar buah mangga kecil yang sudah kering mengenai pantat Sela.
"Ahahahahaha, nggak enak Kak enakan yang Sela panjat Kakak" seloroh Sela dari atas pohon hingga membuat Adam geleng-geleng dengan tingkah sang istri.
"Sayang udah ya cepet turun"
"Kak, Sela nggak tau caranya turun" Sela mendadak merasa geli saat ia melihat kebawah ternyata ia sudah berada di puncak.
"Sayang kamu jangan main-main, jangan buat Kakak panik" kata Adam.
"Sela turun pelan-pelan ya Kak" kata Sela setengah berteriak agar Adam mendengarnya.
"Kak ada tawon" jerit Sela.
"Sayang kamu turun cepetan"
__ADS_1
Adam benar-benar panik melihat Sela sedang berusaha melindungi dirinya, sementara ia ada di bawah tanpa bisa melakukan apa-apa.
BUUUK.
Sela terjatuh, kakinya hampir saja menjangkau tanah tapi karena takut tersengat tawon itu ia memutuskan sedikit melompat.
"Kak, lari" Sela menarik lengan Adam dengan membawa mangga pada baju yang ia jadikan sebagai tempat mangga.
"Sela" kata Adam melihat penampilan sang istri.
"He he he" Sela malah cengengesan melihat wajah Adam.
Kini keduanya sudah berada di dalam rumah, mangga muda itu ia masukan kedalam wadah lalu meminta ART untuk membersihkannya. Sedangkan Sela menunggu di meja makan masih bersama Adam yang duduk di sampingnya.
"Sayang, kamu nggak bersihin badan kamu dulu?"
Adam bisa melihat penampilan Sela dengan rambut acak-acakan dan piyama tidur yang masih di gunakan Sela sudah sangat kusut.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1