ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
262


__ADS_3

"Kak Adam aku duluan" Sela pergi tanpa menunggu Adam selesai berbicara di telepon dengan perasaan kesal.


Dua hari sudah berlalu, Adam dan Sela tinggal berdua saja di apartemen milik Adam sampai rumah Adam yang sedang dalam proses pembangunan selesai. Namun anehnya selama dua hari keduanya tinggal bersama, selama dua hari itu pula keduanya selalu terlibat cekcok. Tidak ada malam pengantin ataupun keromantisan keromantisan seperti pasangan lainnya setelah menikah.


Adam selalu datang dan pergi sesuka nya membuat Sela merasa kesal, tidak peduli siang maupun malam bila wanita yang bernama Lina itu meminta ada menemaninya maka tidak ada kata penolakan yang diucapkan Adam. Seperti malam ini Sela sangat kesal ia sudah memasak untuk Adam bahkan makanannya sudah dingin tapi Adam belum juga menunjukkan batang hidungnya.


Dengan kesal Sela membuang makanan yang ia masak sebab jam pun sudah menunjukkan pukul satu malam, jadi ia tidak yakin ada makan pulang lalu makan makanan yang sudah ia masak. Sela yakin malam ini mungkin Adam tidak pulang seperti malam kemarin ia pamit pergi sebentar, tapi ternyata pagi harinya Adam baru pulang namun Sela hanya diam dan menyimpan kekesalannya.


"Pulang kerja bela-belain masak dulu, eh ternyata dia nggak pulang-pulang" gumam Sela setelah ia membuang semua masakannya.


Sela yang tidak bisa tidur memilih menyalakan televisi, matanya menatap televisi yang menyala tapi pikirannya melayang entah kemana. Sehingga tidak lama berselang pintu terbuka Sela hanya diam ia tahu itu pasti Adam.


"Sela kamu belum tidur?" Tanya Adam saat melihat Sela masih duduk manis di sofa.


"Belum" jawab Sela tanpa menatap Adam.


Adam sudah biasa dengan kejudesan Sela, ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu hingga tak berselang lama Adam kembali menemui Sela kembali setelah tubuhnya lebih segar.

__ADS_1


"Sela buatin kopi dong" pinta Adam saat ia sudah duduk di samping Sela.


"Buat aja sendiri!" Ketus Sela tanpa melihat Adam.


"Kau bilang apa tadi?" Tanya Adam menatap tajam sang istri. Sela memutar lehernya ke kiri untuk melihat Adam di sana, hati Sela sangat kesal mengingat Adam lebih peduli pada wanita lain dari pada dirinya.


"Apa kau tuli, aku bilang kalau kau mau kopi kau buat sendiri!" Jawab Sela dengan penuh emosi.


Mendengar jawaban Sela, Adam langsung berdiri dengan tubuh condong pada Sela yang masih duduk di sofa.


"Ck" Sela menepis tangan Adam lalu berdiri.


"Kenapa memangnya?" Tanya Sela dengan nada yang tidak kalah tinggi.


"Aku suamimu jangan kurang ajar!" Bentak Adam.


"Lalu kenapa kalau kau suamiku!"

__ADS_1


"Sela!" Adam hampir melayangkan tangannya di wajah Sela, dengan reflek Sela menutup mata dan menunggu rasa sakit yang akan ia terima. Adam menyadari tubuh Sela yang bergetar dan perasaan takut hingga akhirnya Adam dengan cepat mengendalikan emosinya.


"Kenapa kau tidak menamparku, kalau kau mau membunuhku pun aku tidak apa!" Teriak Sela dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sela Apa maumu sebenarnya? Kau kenapa?" Tanya Adam yang merasa bingung dan tidak menyadari kesalahannya.


"Kau tanya aku kenapa?" Sela tersenyum miring mendengar pertanyaan Adam.


"Iya, kalau kau tidak memberitahuku aku tidak akan tahu" tutur Adam dengan nada yang lembut, Iya tidak ingin khilaf karena termakan emosi.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


.......

__ADS_1


__ADS_2