ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
239


__ADS_3

"Iya apa pun, asal jangan sakiti istri ku" Handoko merasa bahagia, ternyata ia bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus.


"Aku tidak minta apa-apa tapi kalau kau menawarkannya baiklah" Handoko tersenyum penuh kemenangan.


"Apa kau mau uang?" Tebak Papa Hardy.


"Iya tapi aku lebih tertarik dengan perusahaan raksasa yang di pimpin anakmu itu" kata Handoko mulai mengatakan keinginannya.


Papa Hardy diam memikirkan sesuatu, Iya memang sudah menyerahkan semua kekayaannya pada Damar putra tunggalnya. Papa Hardy tetap bekerja tapi tidak seperti dulu lagi, kini tanggung jawab besar sudah menjadi milik Damar.


"Kenapa diam Apa kau tidak mau?" Handoko mulai mendekati Mama Sinta Dan kini ia mengambil benda tajam di tangan anak buahnya Tapi ia yang mengacungkan benda tajam itu menggerak-gerakkan di wajah mama Sinta.


"Hiks, hiks" mama Sinta hanya menangis dengan nafas yang terengah-engah, takut dengan pisau yang terlihat sangat tajam berjalan di wajahnya.


"Asal kau melepaskan istriku, semua itu akan kau dapatkan" ucap apa Hardy.


Edo dan Adam saling menatap, sepertinya papa Hardy memberikan kode pada mereka. Ada mengangkat sebelah alisnya pertanda mengerti.


"Wow ternyata tidak sulit untuk mendapatkan yang aku inginkan" tutur Handoko.


"Cepat lepaskan istriku" tutur Papa Hardy.

__ADS_1


"Tidak, aku akan lepaskan setelah kau berikan semua asetmu padaku" bentak Handoko.


"Aku akan berikan asal kau lepaskan istriku terlebih dahulu"


"Aku tidak percaya" Handoko meminta ketiga anak buahnya membawa mama Sinta ke mobil.


"Kau bawa kemana istriku!"


"Aku hanya membawanya ke suatu tempat tapi kau boleh menjemputnya setelah kau membawa apa yang ku inginkan" Handoko terkekeh ternyata setelah ini ia akan mendadak kaya, bukan hanya harta Yasmin saja yang ia dapatkan tapi juga harta papah Ardi seorang pengusaha sukses yang memiliki kekayaan berlimpah.


"Handoko!" Bentak Papa Hardi karena Mama Sinta kini dimasukkan ke dalam mobil.


"Brengsek!" Handoko pergi meninggalkan Papa Hardy dan yang lainnya.


"Adam cepat suruh orang mau mengikuti mobil Handoko dan aku mau Handoko hidup. Agar aku yang menjadikannya tak bernyawa!" Perintah Papa Hardy pada Adam yang langsung dikerjakan oleh Adam.


"Baik pa" jawab Adam.


"Edo ikut papa!" Edo ikut dengan papa Hardy yang sepertinya mengikuti mobil Handoko dari kejauhan entah kemana Handoko akan bawa mama Sinta.


BRUKKK.

__ADS_1


Terdengar suara yang sangat kencang membuat mobil Handoko berhenti di tengah jalan.


"Ada apa ini?" tanya Handoko.


"Sepertinya bannya pecah bos" jawab sopir.


"Turun, dan cepat ganti ban mobil ini bodoh!" Bentak Handoko.


Ketiga anak buah Handoko terus mengganti ban mobil, sudah hampir tiga puluh menit menit Handoko menunggu namun anak buahnya tidak satupun yang naik ke mobil.


"Diam di sini!" Bentak Handoko pada Mama Sinta.


"Hiks hiks" Mama Sinta hanya menangis dengan luka di bagian lehernya yang sedikit tergores benda tajam akibat ulah Handoko, ditambah lagi ada sejumlah memar yang terasa perih di sekujur tubuhnya.


Handoko turun dari mobil dan terlihat tidak satupun anak buahnya terlihat di sana, Handoko melihat kearah sekitarnya namun tidak ada tanda-tanda mereka juga di sana.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2