ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
205


__ADS_3

Citttt!.


Adam mengerem mendadak, Sela merasa takut dan mengelus-elus dada. Lalu menatap Adam sambil berteriak.


"Heh lo bisa nyetir ngga sih" teriak Sela tepat depan wajah Adam.


Sela hendak memundurkan tubuhnya yang begitu condong pada Adam. Namun terlambat, Adam menahan tengkuk Sela. Sela merasa takut Adam menatapnya tanpa ekspresi apa-apa. Adam mulai mendekatkan wajahnya, bibirnya mulai menyentuh bibir Sela. Sela diam mematung, ia belum sepenuhnya sadar saat Adam mulai m*l*m*t bibirnya. Adam mulai mengentikan aksinya.


"Mau lagi" tanya Adam dengan menatap tajam Sela.


"Nggak, ampun" Sela menggelengkan kepalanya dan merasa takut. Satu tangan Adam masih memegang tengkuk Sela, Adam mengangkat tangan Sela dan menunjukkan jemari Sela yang memakai cincin berlian sesuai permintaan Sela.


"Kamu mau apa lagi agar kamu mau menerimaku, lihat ini" ada menggerakan tangan sila dan menunjukkan cincin yang dipakai Sela.


"Apa ada lagi yang lain kau inginkan selain ini" tanya Adam dengan mengeratkan giginya.


"Nggak, Adam sakit hiks hiks" Sela mulai berpura-pura menangis, meskipun sebenarnya ia juga ingin menangis karena merasa merinding melihat wajah sangar Adam.


"Kalau ada bilang jangan kau selalu kasar padaku, dan ingat kau harus menikah denganku karena itu sudah menjadi janjimu" Adam selalu mengatakan keinginannya dengan tegas pada Sela.


"Iya, tapi lepasin aku. Sakit Adam" ucap Sela dengan suara melas.


"Coba benarkan ucapanmu tadi" pinta Adam karena ia paling tidak suka Sela memanggilnya dengan namanya, menurut Adam itu tidak sopan.


"Aku panggil apa?" Mata Sela mulai berembun sepertinya akan turun hujan.


"Menurut mu!" Nada bicara ada masih begitu tegas.


Arman kembali menarik tengkuk Sela dan menggigit bibir gadis itu, namun tidak lama karena ia hanya ingin menggertak gadis yang ia cintai itu saja.

__ADS_1


"Sa-sayang" ucap Sela dengan terpaksa.


"Yang ikhlas" ketus Adam.


"Sayang lepasin" Sela merasa gemetar saat memanggil Adam dengan sebutan sayang. Adam melepaskan tengkuk Sela, setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Namun anehnya Sela malah menangis dan berteriak dengan sekencangnya.


"Hiks hiks hiks" Sela terus menangis dengan menggosok-gosok bibirnya karena Adam menciumnya.


"Kenapa?" Tanya Adam dengan jenuh.


"Kau jahat, kau sudah mencuri ciuman pertamaku. Kau tahu bibirku ini sudah tidak perawan lagi" Sela meluapkan segala kekesalannya.


Adam kembali memegang tengkuk Sela dan menarik Sela mendekat padanya.


"Mau lagi?" Tanya Adam dengan jarak yang sangat dekat.


"Engga" dengan cepat Sela menggeleng.


"Iya" Sela mengangguk dengan secepat-cepatnya dan dengan sebanyak-banyaknya.


Setelah melepas tengkuk Sela, Adam kembali mengemudikan mobilnya untuk mencari martabak sesuai permintaan Yasmin.


"Adam" panggil Sela. Adam tidak menjawab ia hanya menatap tajam Sela.


"Sa-sa. Ck" Sela berdecak kesal mulutnya susah sekali memanggil Adam dengan sebutan sayang.


"Sayang" dengan cepat dan menutup matanya Sela memanggil Adam. Adam tersenyum saat Sela memanggilnya sayang.


"Ya" jawab Adam dengan senyum tulus.

__ADS_1


"Berhenti di sana ya" Sela menunjuk arah penjual sepertinya itu adalah tempat martabak langganan Sela.


"Ya" Adam menepikan mobilnya tepat di dekat penjual martabak.


"Mana?" Sela menadahkan tangannya pada Adam.


"Apa?" Tanya Adam yang tidak mengerti.


"Duit" jawab Sela, Sela sengaja bertingkah matre agar ada membencinya.


"Kamu matre ternyata ya" Adam mengambil dompetnya dan meletakkan nya di telapak tangan Sela. Mata Sela melebar saat melihat apa yang dilakukan Adam.


"Yas kenapa martabaknya nggak dimakan?" Tanya Sela, sudah satu jam Sela dan Adam membawa martabak yang di pinta Yasmin namun tidak sedikitpun disentuh oleh Yasmin.


"Tau nih Sel, perut aku berasa mules dari tadi" ujar Yasmin yang memang dari tadi tidak nyaman dengan perutnya. Bahkan sudah beberapa kali ia keluar masuk kamar mandi.


"Apa sakit yang?" Tanya Damar yang merasa cemas karena ia juga melihat Yasmin sangat gelisah.


"Sakit nggak mas tapi mules" jawab Yasmin sambil mengelus perut buncitnya.


"Kita ke rumah sakit aja ya yang, di sini nggak ada Anggia mas khawatir kalian kenapa-kenapa" ujar Damar mengutarakan kecemasannya.


"Iya tapi Yasmin mau lihat Sela suapin Adam makan martabak terus Adam suapin balik Sela" Yasmin mulai mengutarakan keinginannya sedari tadi ia tahan, ia juga menyadari permintaannya terdengar aneh namun ia juga ingin sekali melihat Adam dan Sela suap-suapan.


Sementara Sela dibuat melongo dengan permintaan Yasmin yang terasa begitu menggelikan untuk Sela. Kalau Adam tetap santai disuruh suap menyuapi, namun sebenarnya Adam merasa kecewa dengan permintaan Yasmin karena kenapa bukan mencium saja permintaannya.


"Nggak" ketus Sela.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2