
"Sudah mas"
Zie sedikit heran kenapa sikap Langit tiba-tiba berubah, apa ada sesuatu yang suaminya itu rencanakan.
"Tau ah! Yang penting dia tidak melanggar kontrak dan aku akan memerankan istri yang baik, asal dia tidak menyuruhku berhenti untuk kuliah" Batin Zie sembari memperhatikan Langit yang membawa dua koper besar miliknya.
"Ya sudah, ayo! Mau ikut aku pindah? Apa masih mau tetap disini?" tanya Langit.
Langit menghentikan langkahnya lalu menarik tangan Zie yang mematung diam di tempatnya. Langit hanya tidak mau waktunya terbuang sia-sia karena di siang hari dirinya harus menghadiri rapat di kantornya.
Sesampainya di bawah mereka berpamitan pada papa Hendra dan mama Mayang, bulir air mata Zie menetes tatkala berpelukan dengan mama Mayang.
Zie juga di beri wejangan yang intinya harus ikhlas dalam menjalani pernikahan ini, Mama Mayang juga tidak lupa menekankan kepada Zie bahwa ijin suami itu paling penting untuk seorang istri dalam menggapai ridho-NYA.
Tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan menuju apartemen Langit, nereka sampai di apartemen Langit tepat pukul sebelas siang.
"Aku tinggal ke kantor dulu, kalo ada yang di butuhkan tinggal hubungi Bi Sumi. Dia orang yang membersihkan apartemen ini dan dia tinggal di lantai bawah"
__ADS_1
Langit menerangkan pada Zie dan Zie hanya mengangguk paham. Langit terlihat buru-buru karena rapat di mulai sebelum jam makan siang, ia segera mengambil tas kerjanya sebelum menelpon seseorang di seberang sana.
"Apa semua sudah siap?" tanya Langit pada orang di seberang telepon.
Sebelum Langit benar-benar keluar dari pintu apartemennya, Zie berlari menyusul Langit. Langit mengentikan langkahnya ketika mendengar Zie memanggil namanya.
"lihhh Mas main nyelonong aja, inget masih punya istri kan?" nafasnya sedikit tersengal karena berlari turun ke lantai bawah.
"Ada apa?" Langit mengernyitkan keningnya, merasa heran dengan tingkah wanita yang berstatus istrinya itu.
Zie meraih tangan Langit lalu mencium punggung tangan suaminya itu. Ada gelenyar aneh yang mengalir di tubuh Langit saat Zie menempelkan bibirnya di kulit punggung tangannya, perasaan Langit juga merasa tenang dan hangat seketika.
"Sudah! Mas boleh berangkat kerja dan aku juga ijin mau keluar hari ini"
Tanpa menanggapi perkataan Zie, Langit keluar segera menuju mobilnya lalu mengemudikan mobil keluar dari plataran apartemennya.
Zie tidak memperdulikan sikap Langit yang berubah seperti semula, ia bergegas masuk ke dalam kamarnya dan segera bersiap-siap untuk masuk kuliah karena hari ini Zie ada kelas siang.
__ADS_1
Saat sesampainya di kampus, Zie berjalan tergesa-gesa menuju kelasnya karena kelas akan segera dimulai. Tidak ada yang tau saat Zie menikah karena Zie adalah pengantin pengganti saja, sehingga ia hanya mendapat ijin sehari dari kampusnya untuk acara keluarga namun Zie malah tidak masuk selama tiga hari.
Zie merupakan mahasiswa di kampus paling ternama di kota tersebut, Zie adalah anak kedokteran dan kini ia sudah memasuki semester akhir.
*Setelah kelas usai
"Zie" Panggil suara seorang laki-laki.
"Eh Lana, ada apa?" Tanya Zie melihat teman kelasnya tersebut menghampirinya.
"Kamu kemana aja tiga hari ini kok ngga ada kabar sama sekali, kamu ini masih anggap aku teman ngga sih?" Lana memberondong pertanyaan pada Zie.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1