ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
201


__ADS_3

"Adam!!!" teriak Yasmin dengan berapi-api. Kali ini bukan lagi Damar yang menjadi lawan Adam namun Yasmin.


"Nah kalau berani jangan hadapi, nih ada istri ku." Damar menunjuk Yasmin yang bersiap-siap melempar sandal milik nya pada Arman.


"Ampun" Teriak adam dan masuk ke dalam mobil nya dengan secepat kilat, karena Yasmin lebih berbahaya dari pada Damar.


🍀🍀🍀🍀🍀


Saat ini Yasmin dan Damar sudah berada di ruangan dokter kandungan di rumah sakit milik Damar, namun sayang Yasmin tampaknya tak pernah tahu siapa suami nya dan sebanyak apa kekayaan suaminya itu. Yasmin memang awal nya terpaksa menikah dengan Damar, namun dulu dan sekarang berbeda. Yasmin sudah sangat mencintai dan menurut Yasmin sudah tidak sanggup bila hidup tanpa Damar.


Begitu juga dengan Damar, damar merasa bersyukur dengan kehadiran Yasmin di dalam hidup nya. Walaupun ia kerap kali mendapat penindasan dari sang istri namun jujur saja, Damar merasa hari-harinya terasa indah. Bagaimana tak indah? Yasmin memang terlihat kasar pada nya namun Damar selalu makan disuapi, dimandikan, dibantu berpakaian dan hal yang paling disukai damar adalah di rahim kini ada seorang malaikat kecil yang begitu didambakan oleh Damar semenjak dulu.


Kini Yasmin sudah duduk di ranjang bersiap untuk diperiksa karena hari kelahirannya sudah sangat dekat, karena usia Yasmin masih berusia 20 tahun Damar menanyakan risiko apa saja yang bisa terjadi pada saat melahirkan secara normal. Setelah dokter menjelaskan sedetail mungkin Damar memutuskan untuk melakukan operasi Caesar saja, Damar tidak mau mengambil resiko sekecil apapun karena bagi Damar harta yang paling berharga tak ternilai adalah istri dan anaknya tidak lebih baik dari damar dan harta yang ia miliki itu hanya bonus saja bagi nya.


"Kelamin nya yang mana?" Tanya Damar saat melihat layar monitor di mana Di sana ada gambar bayi kecil yang tidak terlihat dengan jelas. Memang selama ini mereka selalu meminta dokter untuk tidak memberitahu jenis kelamin anak mereka, namun entah mengapa tiba-tiba Damar ingin tahu tentang hal itu.


"Mas apa sih nanyaknya gitu ih" Yasmin merasa malu dengan pertanyaan Damar, bagaimana tidak malu dokter yang memeriksa Yasmin adalah seorang wanita dan yang membuat Yasmin bingung itu bahkan tidak berani menatap Damar walau hanya sebentar.

__ADS_1


"Ya kan mas pengen tau aja" damar sangat merasa penasaran laki-laki atau perempuan. Jenis kelamin anak nya dan tidak ada rasa takut untuk menanyakan itu, yang ada dokter yang memeriksa Yasmin yang takut bahkan gemetar mendengar pertanyaan pemilik rumah sakit itu.


"Dokter kenapa?" Tanya Yasmin menyadari gereget ketakutan sang dokter yang mungkin merasa karirnya terancam.


"Saya baik-baik saja nyonya " jawab dokter ber tag Nayla itu yang mungkin usia nya memasuki angka 35.


"Ish.. kenapa semua perawat dan dokter makan semua orang di sini sangat mengagungkan aku, ditambah lagi semua terlihat begitu ramah" ucap Yasmin yang masih merasa bingung, dulu juga Ghani operasi melakukan pengangkatan tumor di rumah sakit ini namun kenapa semua dulunya tidak sama sekarang, memang ada perawat yang ramah tapi juga ada beberapa kawat yang terlihat acuh padanya saat itu.


"Udah sayang gak usah dipikirin" damar tidak mau membuat kekasih halal nya itu terus masa bingung.


"Dok jenis kelamin nya dirahasiakan saja ya, biar nanti pas udah lahir aja jadi kejutan" minta Yasmin pada sang dokter yang kini berdiri di hadapannya.


"Mas laper" Yasmin memeluk lengan Damar, Damar yang sedang menyetir melirik istrinya yang kini bersandar di lengannya.


Cup.


Damar mencium sekilas pucuk kepala sang kekasih halal dan sedikit mengelus rambut permaisuri tercinta.

__ADS_1


"Mau makan apa?" Tanya Damar dengan suara terbatah dan terdengar berat.


Yasmin menatap wajah Damar. Damar mulai menepikan mobil lalu kedua tangannya menangkup wajah Yasmin.


Cup.


Damar mengecup sekilas bibir sang permaisuri tercinta.


"Istri mas yang cantik ini mau makan apa?" Damar menyatukan dahinya dan dahi Yasmin, terlihat senyum tulus yang terukir di bibir pria yang sebentar lagi akan menyandang gelar seorang ayah itu.


Yasmin tersenyum dan mengecup bibir Damar.


"Mas kita makan jajanan pinggir jalan aja ya" kata Yasmin menyampaikan keinginannya. Damar tersenyum lembut, tangannya menarik gemes pipi Yasmin yang terlihat chubby. Dan yang membuat Damar tergila-gila perut buncit Yasmin yang sudah memasuki bulan ke 9 itu terlihat begitu sexy. Rambut Yasmin yakini sampai sebahu dan itu karena permintaan Damar, gambar sangat senang karena Yasmin menuruti setiap kemauannya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2