ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
ALFI 108


__ADS_3

'Eh, tapi tunggu? Kata nya tadi kan pasangan selingkuh? Artinya... Dia itu berselingkuh dengan sahabat nya dokter galak di saat masih menjalin hubungan dengan dokter galak? Kira-kira apa motivasi nya ya? Kalau dilihat-lihat, apa coba kurang nya dokter Alfi? Udah ganteng, kaya, tajir melintir, nggak pelit juga. Liat aja kemarin dia kasi duit aku kira berapa, nggak tau nya 25 juta. Dasar perempuan aneh! Eh tapi tunggu-tunggu, mantan pacar? Lha, arti nya dulu... mas dokter normal dong? Punya pacar perempuan kan! Apa mungkin yang di katakan perempuan tadi benar, dokter Alfi bersandiwara jadi gay karena sakit hati dengan nya? Duh, jadi penasaran! Pengen tanya, tapi takut! Dokter galak lagi mode nyeremin soal nya!' gumam Azura dalam hati seraya lirik-lirik ke arah dokter galak nya.


Sudah hampir 30 menit berlalu, Alfi tak kunjung membuka suara nya untuk memberitahu kan kemana ia akan membawa nya sebab itu bukan jalan menuju ke apartemen milik nya. Tak lama kemudian, barulah Azura menyadari kemana Alfi sebenar nya mengajak nya. Meski sedikit bingung mengapa ia mengajak nya ke sana, tapi Azura tak banyak bicara bahkan nyaris tanpa bicara sama sekali. Ia mengikuti saja apa sebenar nya yang akan di lakukan pak dokter galak kesayangan author itu eh maksud nya kesayangan Azura✌️


Sekeluar nya dari dalam mobil, Alfi membuka kan pintu mobil dan kembali menggandeng tangan Azura agar mengikuti nya. Dengan mulut terkunci rapat, Azura terus mengikuti hingga sampailah mereka di ruang kerja Alfi. Lalu secepat kilat, Alfi mengganti pakaian nya yang semula pakaian formal kini berganti pakaian kebesaran nya.


Azura terkesima melihat perubahan penampilan Alfi. Mau mengenakan apa saja, pak dokter galak nya tetap saja terlihat tampan.


"Kamu tunggu di sini, mungkin agak lama jadi kamu bisa melakukan apa saja asal jangan sampai keluar ataupun pergi dari sini. Kamu mengerti?" ucap Alfi lembut tapi tegas.

__ADS_1


Tak ada yang bisa Azura lakukan selain mengangguk patuh. Ingin membantah seperti biasa, tapi ia tahu saat ini dokter galak nya sedang dalam mode tidak baik-baik saja. Pikiran nya masih semerawut, membantah sama saja mencari masalah jadi lebih baik tutup mulut lalu mengangguk.


"Good girl!" puji Alfi seraya mengusap puncak kepala Azura membuat Azura mengerjap kan mata nya dengan pipi bersemu merah.


Kemudian Alfi pun segera keluar dari ruangan nya meninggal kan Azura sendirian.


"Kemana ya Hasna? Apa sudah tidur? Semoga kondisi nya sudah membaik. Aku sangat tidak tega meninggalkan nya seorang diri dengan posisi seperti ini. Bagaimana pun, aku lah satu-satunya keluarga yang dimiliki nya. Aku nggak mau sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada Hasna" gumam Azura seraya menatap layar ponsel nya.


Lalu ia mencoba mencari nomor kontak yang lain, ia ingin menghubungi Leon tapi jam seperti ini biasa nya Leon tengah sibuk. Nama nya juga bartender, jadi semakin larut pengunjung justru makin ramai. Ingin menghubungi Eza, tapi biasa nya Eza dapat giliran malam jadi ia tak mau mengganggu Eza yang sedang bekerja. Tinggal satu kandidat yang belum ia coba hubungi, siapa lagi kalau bukan dokter Mario.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_1


__ADS_2