ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
82


__ADS_3

" Lihat lah diri mu seperti orang tidak waras, dan lihat orang orang yang ada di sekitar kita, mereka sedang memperhatikan kita." Ucap Erza.


Damar melihat sekitar nya dan mulai melepaskan kerah baju Erza, Damar menatap tajam Erza karena sudah berani mengatai nya.


" Aku tidak perduli, dan aku peringatkan jahui Yasmin." Kata Damar.


Damar mulai membalikkan badan nya dan berniat ingin pergi namun tiba tiba ia menghentikan langkah nya karena ia mendengar Erza memanggil nya.


" Hey, aku tidak akan pernah meninggalkan nya, justru aku akan membuat nya meninggalkan mu." Kata Erza. Damar kembali menatap Erza dengan wajah kejam nya, dan ia kembali berjalan mendekat ke arah Erza.


" Coba saya kalau kamu berani." Kata Damar.


" Aku tentu saja berani, dan kamu mau apa?." Erza menantang Damar.

__ADS_1


Damar hanya tersenyum sinis dan menaikkan sebelah alis nya, entah apa yang sedang di pikirkan laki laki itu. Ekspresi nya benar benar tidak bisa di tebak.


Bagi Damar Erza bukan lah lawan yang tangguh untuk berhadapan dengan diri nya, menurut Damar Erza hanyalah debu yang melekat tertiup angin di sepatu nya.


Damar melangkah pergi dan meninggalkan Erza di sana yang sedang berdiri mematung.


Entah rencana licik apa yang saat ini ada di kepala nya, yang jelas ia sudah memperingatkan laki laki itu dan kalau laki laki itu tetap nekat mendekati istri nya, maka Damar akan membuat laki laki itu menyesal karena sudah berani berhadapan dengan nya. Damar terus berjalan keluar dari kampus itu.


Semua mata gadis di sana terus memandangi nya, tapi Damar sama sekali tidak perduli karena hati nya hanya ada Yasmin dan Damar tidak lagi seperti saat lajang dulu yang suka bermain main dengan banyak wanita, bagi nya Yasmin sudah lebih dari segala nya.


" Damar." Mama Sinta yang sedang duduk di ruang keluarga bersama suami nya dan juga Celin yang sedang menangis memeluk mertua nya itu.


Damar menghentikan langkah nya dan memutar badan nya sambil menatap wajah papa dan mama.

__ADS_1


" Duduk." Kata papa. Papa adalah orang yang sangat tegas dan punya pendirian.


Ia tidak mau mempermainkan hati seseorang apa lagi bila mempermainkan hati seorang wanita. Damar duduk di sofa dengan saling berhadapan dengan tiga orang.


" Ada apa pa?." Tanya Damar.


" Papa sangat malas mencampuri urusan rumah tangga kalian, namun karena kalian tinggal di rumah papa dan Celin menceritakan masalah nya, pada papa, jadi papa mencoba menengahi namun keputusan tetap di tangan kalian, hanya yang papa minta ketegasan dalan pernikahan kalian, bila kamu sudah tidak mencintai Celin jangan sakiti dia dengan perlakuan acuh mu, kembalikan dia pada ke dua orang tua nya, namun bila kamu masih mencintai nya makan bersikap baik lah pada nya dan perbaiki hubungan kalian." Kata papa hardi. Papa Hardi sangat tidak suka laki laki plin plan yang tidak punya pendirian.


" Pa, Celin tidak mau pisah sama Damar, Celin mau nya Damar kembali seperti dulu, hiks hiks." Ucap Celin masih dengan tangisan nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2