ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
93


__ADS_3

" Dari buku nikah loe yang loe selipin di sana." Jawab damar sambil menunjuk susuan rak buku


" Sejak sebelum resepsi pernikahan loe sama Celin." Lanjut Damar.


" Terus kalau loe sudah lama tahu, kenapa lie loe masih deketin istri gue?." Tanya Damar, yang masih penasaran pada sepupu nya itu, Damar merasa takut kalau Edo memiliki rasa pada Yasmin.


" Dari buku nikah loe yang loe selipin di sana." Jawab damar sambil menunjuk susuan rak buku


" Sejak sebelum resepsi pernikahan loe sama Celin." Lanjut Damar.


" Terus kalau loe sudah lama tahu, kenapa loe loe masih deketin istri gue?." Tanya Damar, yang masih penasaran pada sepupu nya itu, Damar merasa takut kalau Edo memiliki rasa pada Yasmin.


" Edo cukup! Aku bukan mainan yang bisa di berikan pada siapa saja bila sudah bosan." Kata Yasmin.


" Maaf Yas, aku hanya ingin memperingatkan suami mu ini." Kata Edo sambil tersenyum sinis pada Damar.


" Iya dulu mungkin aku begitu, tapi tidak untuk sekarang, dan jangan pernah dekati istri ku lagi." Kata Damar.


" Oke tidak masalah." Jawab Edo.


Dret dret dret.

__ADS_1


Ponsel Edo berdering dan dengan cepat Edo menjawab panggilan itu.


" Ya mi." Kata Edo setelah panggilan nya terhubung.


" Yamsin nya mana, kenapa lama sekali." Kata Mami Ratih dari seberang.


" Iya ini Edo sudah sama Yasmin mi." Kata Edo.


" Cepat pulang ya, mama dan mami sudah menunggu di rumah sejak tadi." Kata mami Ratih.


Tut.


Mami Ratih memutuskan panggilan nya.


" Ayo." Kata Damar sambil menarik tangan Yasmin.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀 ...


Yasmin dan Damar turun dari mobil nya, begitu pun dengan Edo, ke tiga nya masuk dan saat ini mereka ada di rumah mama Sinta orang tua Damar, karena mami Ratih dan mama Sinta sepakat untuk memasak bersama Yasmin di rumah mama Sinta.


" Yasmin." Panggil mami Ratih setelah tahu Yasmin sudah masuk rumah.

__ADS_1


" Kamu sama siapa?." Tanya mama Sinta.


" Sama tuan Damar dan tuan Edo ma mi." Jawab Yasmin.


" Loh Edo kok di panggil tuan juga sih, ah sudah lupakan saja, ayo kita ke dapur, kita bikin kue." Ucap mami Ratih dan di anggukin oleh mama Sinta.


" Iya ayo." Kata mama Sinta.


" Sayang." Tiba tiba Celin muncul dan langsung memeluk Damar dengan bahagian, karena ia pikir Damar pulang untuk menemui nya.


" Minggir." Kata Damar. Damar melepas pelukan Celin pada tubuh nya dan ia menaiki tangga menuju kamar nya.


Semua mata melihat nya apa yang di lakukan Damar barusan pada Celin namun semua nya hanya bisa diam karena mereka pikir itu urusan rumah tangga mereka, tidak ada yang berbicara dan Celin mulai berlari menyusul Damar ke kamar nya.


" Sayang, ayo bikin kue nya kita di dapur saja ya." Ajak mama Sinta pada Yasmin.


Mama Sinta, mami Ratih dan Yasmin mulai membuat kue, ke tiga nya sesekali bercanda dan tertawa bersama sampai kue kue yang mereka buat selesai, tapi mata Mama Sinta mulai menatap jari jari Yasmin, Mama Sinta tahu yang tersemat di jari jari Yasmin itu adalah cincin pernikahan, mama Sinta sangat yakin.


" Yas, mama Sinta boleh bertanya?." Tanya mama Sinta


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2