
" Sayang, kamu kenapa?." tanya Langit yang masih memperhatikan istri nya.
" dada ku sakit mas." jawab Zie dengan menundukkan kepala nya.
Langit yang mendengar itu langsung berdiri dan menghampiri istri nya
" Ayo kita ke rumah sakit sayang." ajak Langit dengan rasa ke khawatiran.
" bukan jantung mas, entah rasa apa ini, tadi saat aku lewat depan lift ada yang memanggil ku, aku mencari cari nya namun tidak ketemu, setelah itu jantung ku berdebar kencang, tiba tiba dada dan kepala ku sakit." ucap Zie.
Langit yang mendengar penuturan dari istri nya langsung merebahkan kepala Zie di atas pangkuan nya, Langit membelai dengan lembut kepala istri nya.
" tenang kan fikiran mu sayang, mas yakin tidak akan terjadi apa apa." ucap Langit yang masih setia membelai rambut sang istri.
" apa ini ada hubungannya dengan masa lalu Zie, ah aku harus menyelidiki nya, aku tidak mau kalau istri ku ini merasa tertekan, aku ingin dia bahagia." ucap Langit dalam hati nya.
Langit melihat ada kilauan yang menyinari leher sang istri.
" Sayang, sejak kapan kamu beli kalung ini, mas merasa tidak pernah membelikan ini untuk kamu?." tanya Langit yang penasaran dan rasa cemburu, langit tidak mau kalau istri nya mendapatkan kalung itu dari laki laki lain.
__ADS_1
" emm ini mas?." tanya Zie sambil mengeluarkan kalung yang ada di leher nya.
langit menganggukkan kepala nya.
" aku tidak beli, dan ini juga bukan pemberian dari mas, aku tidak tahu, tapi kata kedua orang tua angkat ku bilang, saat aku di temukan di mobil dan kedua orang tua ku meningggal aku sudah pakai kalung ini, memang selama ini aku selalu menyimpan kalung ini mas, aku takut kalau memakai nya, ini adalah satu satu nya peninggalan dari orang tua ku mas, aku tidak mau sampai kehilangan kalung berharga ini." ucap Zie dengan kelembutan saat menceritakan kalung yang berada di leher nya.
Langit bernafas lega karena kalung itu bukan dari laki laki lain.
" ini adalah petunjuk buat aku, aku yakin kalau zie sebenarnya bukan orang sembarang, aku yakin itu, dan aku harus membuktikan nya sendiri." ucap Langit dalam hati.
" em sayang, apa boleh kalung itu mas pinjam sebentar, nanti malam mas kembali kan lagi." ucap Langit
" kamu itu ya, suka sekali godain mas, ya tidak mungkin lah mas pakai perhiasan sayang, kecuali cincin nikah kita, bagi mas cincin nikah ini sudah cukup buat mas, mas pinjam karena mas mau buat kalung yang sama seperti itu, nanti kalau kamu hamil dan anak kita perempuan mau mas kasih kalung itu kepada anak kita, biar Buna dan putri kita sama." ucap Langit yang membuat alasan cukup logis buat Zie percaya
" Baik lah baik lah, apa sih yang tidak buat mas, kalau anak kita laki laki gimana mas?." tanya zie
" ya kita kasihkan ke menantu kita, dan kita akan produksi terus sampai kita memiliki putra dan putri." ucap Langit dengan mata genit nya.
" mas ini mesum terus, sehari saja tidak mesum kenapa mas." ucap Zie yang tersipu malu, ia masih tabu untuk membicarakan hal seperti ini.
__ADS_1
" biarin mesum sama istri sendiri, tidak ada yang larang kok." ucap Langit yang menciumi wajah zie terus menerus hingga
Tok tok tok
pintu ruangan Langit di ketuk oleh seseorang.
" sayang kamu istirahat di ruangan mas saja ya, kelihatan nya itu si Beni bawa kerjaan banyak buat mas." ucap Langit.
" iya mas, semangka suami ku." ucap Zie lalu bangkit. namun belum bangkit sepenuh nya, tangan zie di cekal oleh Langit sehingga Wajah zie membentur dada bidang Langit.
...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....
...Jodoh pilihan Istri...
...First Love Story**'...
...💐💐💐💐💐💐...
...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...
__ADS_1