ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
272


__ADS_3

"Sela kamu jawab dong yang ditanya sama Damar" kesal Adam.


"Sela harus jawab apa Kak" Sela hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ahahahahaaaa" Damar semakin tertawa melihat wajah Adam yang mengharapkan jawaban dari Sela, tapi Sela masih malu-malu untuk hal yang menyangkut masalah suami istri.


"Yang kita malam ini nginep di sini aja ya" Damar memegang pipi Yasmin.


"Mas apa sih, mana diizinin sama pengantin baru" Yasmin malah juga ikut menggoda Sela.


"Nggak papa yang soalnya Adam malam ini puasa"


"Kok gitu mas?" Tanya Yasmin.


"Karena nanti Sela jawab dia memang menyesal menikah dengan Adam" seloroh Damar.


"Apa sih lu nggak jelas banget" kesal Adam.


"Lihat itu Sela" penunjuk Damar mengarah pada Sela.


"Di hatinya pasti nyesel" Damar tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Adam.


"Bukan gitu!" Jawab Sela dengan cepat karena mau bagaimanapun Adam adalah suaminya dan Sela tidak menyesal menikah dengan Adam hanya saja Sela terlalu malu untuk mengungkapkannya.

__ADS_1


"Terus gimana?" Tanya Yasmin.


"Iya... Emmm" Sela hanya meremas tangannya tidak tau harus berkata apa.


"Caelah bini lu beneran nyesel nikah sama lu!"


"Enggak bukan nyesel, ish Sela ngomongnya gimana ya" Sela takut melihat wajah Adam yang menatapnya datar, karena mengharap jawaban darinya tapi Sela masih canggung mengatakan isi hatinya.


"Udah nggak usah ngomong" kata Adam kesal.


"Cie ngambek nih yee" Damar mengejek Adam.


"Yang pulang yuk, ada yang kayaknya lagi pura-pura marah biar gampang minta jatah" seloroh Damar yang tahu akal-akalan Adam.


"Ahahahahaaaa" Damar tertawa lepas membocorkan taktik Adam.


"Tenang bro gue juga gitu dulu, itu mah taktik lama yang pernah gue gunain" kata Damar yang mengingat saat dulu ia berpura-pura marah padahal agar Yasmin merayunya dan mendapat keinginannya.


"Heh, ada cara yang lain nya lagi nggak?" Tanya Adam.


"Ada ntar gue ajarin" jawab Damar, sementara Sela sama sekali tidak mengerti dengan pembicaraan kedua lelaki itu sedangkan Yasmin hanya tersenyum karena ia sudah sangat mengerti dengan hal-hal yang sedemikian yang sudah menjadi makanannya sehari-hari.


"Oke, lu pulang sono cepet!"

__ADS_1


"Lu ngusir gue?" Kesal Damar.


"Ya untuk saat ini gue nggak terima tamu, gue lagi mau kejar target biar satu tahun bisa dapat dua" jawab Adam sambil menarik Damar keluar dari apartemennya.


"Kak kok pintunya ditutup" Sela rasa tidak enak Adam yang mengusir Damar, ia pun sama sekali tidak mengerti dengan pembicaraan Damar dan Adam barusan.


"Sayang udah mereka cuma ganggu aja" Adam menarik tangan Sela dan kembali duduk di sofa.


"Kakak kok ngomong gitu sih"


"Udah kamu nggak usah pikirin ya" Adam mengangkat tubuh mungil Sela untuk duduk di pangkuannya, Sela merasa tidak nyaman.


"Kak, Sela duduknya di sofa aja ya" sela berusaha turun tapi Adam melingkarkan tangannya di pinggang Sela, pertanda tidak ingin Sela turun.


"Begini saja" pinta Adam.


"Tapi kak" Sela masih ragu dan tubuhnya sangat tidak nyaman.


"Udah diem aja nggak ada salahnya juga kan sayang" kata Adam tersenyum lembut pada Sela.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2