
"Kebanyakan di kasih es krim, jadinya Bunda kamu gemuk" Jawab Edo yang langsung di lempar Damar dengan remot televisi.
"Mulut!" Damar menatap tajam Edo.
"Sakit banget" Edo dan Damar tidak akan berbicara kasar dan seenaknya bila ada anak kecil di antara mereka.
"Ayah jangan seling-seling kasih Bunda eskim ya, Zie aja nggak di kasih sama Oma makan eskim teyus" Kata Zie lagi yang menasehati Damar.
Mata Damar kini mengarah pada Edo, Edo membuang tatapannya ke lain arah sambil menahan tawa.
"Zie udah besal mau jadi apa?" Tanya Yasmin mengalih kan membicaraan dari pada mendengar Damar dan Edo bertengkar malah tidak baik ada Zie.
"Mau jadi istli" Jawab Zie lagi tanpa beban.
"Kok jadi istri" Tanya Yasmin aneh.
Zie tidak menjawab ia malah melihat pada Edo yang biasanya sangat tahu jawabannya, tapi kali ini Edo pun diam.
"Assalamualaikum" Terdengar suara Ghaffar dan Ghani yang baru saja masuk.
"Walaikumsalam" Jawab semuanya.
__ADS_1
"Lama banget" Tanya Damar, sebab Ghaffar dan Ghani yang sudah memiliki motor baru tidak mau lagi berangkat naik mobil bersama keluarga lainnya.
"Ghaffar abis godain cewek di jalan kak" Jawab Ghani.
"Apa sih" Ghaffar malah kesal mendengar perkataan kembarannya yang membocorkan tentang dirinya.
"Ghaffar udah punya cewek?" Tanya Damar.
"Belum Kak, tadi di jalan Ghaffar ini berhenti buat minta tukeran nomer telpon ama cewek, taunya ada Bapaknya galak banget mana Bapakya polisi yang kebetulan bawa Anjing, Ghaffar yang ada hampir di timpuk sama di gonggongi Anjing Bapaknya" Ghani tertawa lepas menceritakan sodara kembarannya yang sial dalam mendapat kan pacar.
"Apasih, tu mulut bocor banget" Ghaffar kesal dan hampir memukuli kembarannya, tapi mama Sinta datang memisahkan keduanya.
"Bro kamu hebat, cuman usahanya di tingkatkan" Edo memberikan jempol pada Ghaffar atas kehebatannya.
"Dasar playboy tobat, nggak usah ngasih ajaran sesat sama bocah" Kesal Damar.
"Alah perlu kita bongkar ni" Kata Adam yang ikut menimpali pembicaraan sebab Damar dan Edo adalah mantan playboy.
"Heh, brani lu?" Damar dan Edo malah kompak berencana menghajar Adam karena Adam tau semua cerita ke playboyan keduanya, Damar dan Edo adalah lelaki yang sangat takut pada istri jika keduanya tahu maka mereka terancam tidur di luar.
"Kompak! Takut bini" Jawab Adam terkekeh.
__ADS_1
"Alah elu ngatain kita, elu juga gila nggak ada bini lu kan?" Kesal Edo melempar kulit kacang pada Adam.
"Tau ni, sok.....dia juga kayak enggak" Timpal Damar.
"Ya dong, Sela kan nafas Kakak jadi Kakak akan mati kalo Sela nggak ada" Adam mencolek dagu Sela yang duduk di sampingnya.
"Kakak, malu tau" Sela menyimpan wajahnya di dada Adam hingga membuat anggota keluarga yang lain bersorak gembira.
"Waaaahahahhaah" teriak keluarga dengan gemas.
"Ghaffar pantang menyerah ya pepet terus, cewek tadi" Tutur Edo mengejek Ghani.
"Nggak males, Ghaffar udah di tolak pantang buat ngejar cewek biar cewek aja yang ngejar Ghaffar. Lagian Ghaffar mau jadi polisi" Jawab Ghaffar dengan membusungkan dada.
"Emang kenapa kalau jadi polisi apa hubungannya sama dapetin cewek?" Adam dan keluarga lainnya belum mengerti dan ia bertanya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1