ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
109


__ADS_3

Entah lah mungkin itu pengaruh karena ia sedang mengandung dan membuat perasaan nya tidak menentu, tapi untuk saat ini Yasmin benar benar berharap Damar mengatakan Damar akan tetap bersama nya dan membesar akan anak mereka.


" Em." Jawan Yasmin sambil memalingkan wajah nya, ia ingin kembali menjadi diri nya yang tidak lemah dan diri nya yang kuat, namun seperti nya untuk saat ini itu sangat susah.


" Sayang kamu kenapa?." Tanya Damar karena ia melihat keanehan pada istri nya, ia tahu istri nya itu bukan lah wanita yang lemah namun untuk saat ini ia melihat kesedihan di wajah istri nya.


" Pulang lah mas, aku ingin sendiri." Kata Yasmin tanpa melihat wajah Damar.


" Bagaimana mas bisa pulang sayang, sementara kamu masih sangat lemah?." Tanya Damar dan sesekali ia mencium tangan Yasmin yang terpasang selang infus.


" Aku tidak apa apa mas, tapi aku butuh waktu untuk sendiri." Kata Yasmin .

__ADS_1


" Baik lah mas akan pergi, kalau itu bisa membuat mu lebih tenang." Kata Damar.


Damar mulai berjalan keluar dari ruangan itu, dan sebelum menutup pintu ia berbalik melihat Yasmin. Yasmin memalingkan wajah nya saat tatapan nya dan tatapan Damar bertemu.


Damar mulai menutup pintu nya dan sudah tidak terlihat lagi. Air mata yang dari tadi di tahan oleh Yasmin kini mulai menetes, ia sangat berharap kalau Damar tetap bertahan berada di ruangan ini, dan ia juga berharap kau Damar meyakinkan diri nya yang saat ini sedang goyang.


kalau Damar tidak akan meninggalkan nya, dan terus berada di samping nya apa pun yang terjadi, namun yang ia dapat kan ternyata Damar lebih memilih pergi.


Sementara Damar yang keluar dari ruangan Yasmin, ia tidak benar benar pergi, ia duduk di kursi tunggu di ruangan rawat Yasmin, karena ia takut terjadi sesuatu pada Yasmin, ia menuruti keinginan Yasmin, karena ia takut Yasmin akan semakin tertekan karena ia tidak menuruti keinginan Yasmin.


Namun masih ada rasa tidak percaya diri untuk mengakui nya, ke dua nya hanya berharap salah satu di antara mereka yang mulai mengatakan takut kehilangan, namun ke dua nya sama sama menunggu dengan hati dan perasaan yang tidak menentu.

__ADS_1


Ke esok kan hari nya.


" Adam kamu antar saya ke rumah Yasmin." Kata mama Sinta Entah mengapa mama Sinta merasa khawatir mengingat keadaan Yasmin semalam, ada perasaan tidak tenang yang ia rasakan, namun ia juga merasa bahagia karena mengetahui kehamilan Yasmin, karena memang mama Sinta sangat menginginkan cucu.


Mama Sinta selama ini berharap Celin segera memberikan nya cucu. Namun siapa sangka hal yang mengejutkan justru terjadi ternyata yang ia dapat adalah Yasmin yang mengandung cucu nya. Mama Sinta tidak pernah mempermasalahkan bagaimana dan seperti apa menantu nya kelak yang ia inginkan hanya anak nya bahagia.


" Mama mau kemana?." Tanya Celin yang Baru saja menuruni tangga dan ia melihat mama Sinta sudah rapi.


" Mama ada urusan sebentar." Ucap mama Sinta.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2