
Damar, Adam dan papa Hardy langsung turun dari mobil. Papa Hardy sangat marah dan sepertinya Handoko tidak tau betapa mafia itu atau mungkin Handoko si mantan pengacara itu tidak pernah tau mereka kini sedang berurusan dengan mafia berdarah dingin.
Sudah cukup lama papa Hardy tidak merasakan segarnya darah manusia, amisnya darah saat membasahi tubuh dan sepertinya Handoko meminta akan hal itu. Papa Hardy yang sudah lama meninggalkan dunia gelap itu karena ia tidak mau kalau sampai mama Sinta tau siapa dirinya, namun kali ini tampaknya ia kembali menjadi seekor harimau yang buas tanpa ampun sedikit pun.
Damar bersama Papa Hardy masuk ke sebuah gubuk reyot di tengah hutan meski tengah malam, gubuk itu hanya di terangi oleh lampu seadanya.
Prok prok prokkk...
Terdengar suara tepuk tangan yang menyambut kedatangan damar dan papa Hardy, dia adalah seorang pria yang tak lagi muda bernama Handoko, seorang pengacara terpercaya dulunya di keluarga Yasmin.
"Selamat datang tuan-tuan" terdengar suara Handoko diiringi senyum kemenangan saat menyambut kedatangan dua orang yang paling ia tunggu yaitu Damar.
"Dimana mama dan putriku?" Tanya Damar tanpa basa-basi.
"Sabar dulu tuan Damar, pahlawan kesiangan yang sudah datang menyelamatkan Yasmin Thabita" seloroh Handoko.
"Cepat katakan di mana cucu dan istriku lalu tutup mulutmu!" Kali ini papa Hardy juga ikut berbicara, sungguh ia sudah tidak sanggup.
"Owaaaa owaaaaa" terdengar suara Zie yang menangis dari sebuah ruang.
"Diam!" Bentak seseorang di ruang tersebut.
__ADS_1
"Owaaaa owaaaa" tampaknya Zie merasa takut dan haus.
"Kau dengar suara itu?" Tanya Handoko.
"Lepaskan anak ku!" Kata Damar dengan tangan mengepal.
"Cepat katakan di mana cucu dan istriku lalu tutup mulutmu!" Kali ini papa Hardy juga ikut berbicara, sungguh ia sudah tidak sanggup.
"Owaaaa owaaaaa" terdengar suara Zie yang menangis dari sebuah ruang.
"Diam!" Bentak seseorang di ruang tersebut.
"Owaaaa owaaaa" tampaknya Zie merasa takut dan haus.
"Kau dengar suara itu?" Tanya Handoko.
"Lepaskan anak ku!" Kata Damar dengan tangan mengepal.
"Saya periksa dulu" Handoko membuka tas dan melihat satu persatu kertas berharga itu dengan mata berbinar, semuanya dapat di pastikan asli.
"Cepat lepaskan anak ku!"
__ADS_1
"Tidak semudah itu" jawab Handoko.
"Kurang ajar, apa maksud mu bajingan!" Teriak Damar yang mulai tersulut emosi.
Tiba-tiba seorang pengawal membawa baby Zie keluar, bayi itu menangis saat melihat Damar. Mungkin saja ia merasa lapar dan haus.
"Berikan anak ku!" Tangan Damar mengepal melihat anak nya menangis.
"Owaaaa owaaaa" Zie merentangkan tangannya pada Damar seolah ingin di gendong sang ayah.
"Cepat berikan anak ku" kata Damar yang mulai mendekati Zie.
"Diam, kau kira aku bodoh! Aku tidak yakin kalian datang hanya berdua saja kan?"
Damar sepertinya ingin membebaskan diri menggunakan Zie.
"Papah hiks hiks" tubuh Mama Sinta bergetar terlihat lebam di bagian tubuhnya.
Beberapa jam yang lalu.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...