ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
365


__ADS_3

"Gue bukan ngejek lu" Adam mendorong tubuh Damar agar menjauh darinya.


"Terus kenapa lu ketawa!" kesal Damar merapikan kemeja yang ia pakai masih dengan kekesalan nya.


"Gue emang ngetawain lu, tapi nasib kita sama bro karena gue juga puasa beberapa bulan ke depan" kata Adam dengan kesal.


"Tadinya gue kesel dan mau curhat sama lu, tapi pas denger curhatan lu gue jadi pengen ketawa ternyata gue punya teman. Kita puasa bareng bro" Adam menepuk bahu Damar.


"Maksud lu apa sih?"


"Bini gue hamil" jawab Damar.


Mama Sinta dan mami Ratih yang mendengar langsung tertawa dan merasa bahagia.


"Sela kamu hamil nak?" tanya mama Sinta dengan bahagia.


"Iya Ma" jawab Sela dan langsung memeluk mama Sinta dengan bahagia.


"Selamat Sela" Mami Ratih juga ikut memeluk Sela yang masih berpelukan dengan mama Sinta.


"Aku nggak di peluk?" tanya Yasmin yang duduk di kursi.


Sela tersenyum dan memeluk Yasmin penuh bahagia.

__ADS_1


"Selamat ya, Sel" tutur Yasmin penuh haru.


"Makasih" kata Sela.


Ghaffar dan Ghani yang baru saja sampai mendengar apa yang di bicarakan, keduanya juga turut bahagia.


"Ck, kak Sela bakalan punya adik bayi, wah jadi Om lagi kita" kata Ghaffar pada Ghani.


"Iya tapi aku bingung banget" kata Ghani dengan wajah bersedih hingga membuat yang lain penasaran.


"Bingung kenapa?" tanya mami Ratih dengan antusias.


"Ghani bingung kalau nanti anak kak Sela lahir manggil Om, tapi Tantenya belum ada terus Ghani harus jawab apa coba" jawab Ghani.


Semua keluarga saling pandang mendengar apa yang di ucapkan Ghani, bayangkan saja mereka semua sudah penasaran dan menunggu jawaban Ghani dengan sangat serius tapi jawaban Ghani sangat konyol.


"Aduh ampun Mi" jawab Ghani sambil berusaha menjauhkan dirinya dari mami Ratih.


"Ahahahahaha" semuanya tertawa melihat kekonyolan Ghani.


"Mama tenang Ghani udah punya incaran tapi" kata Ghani dengan senyum bahagia membayangkan wanita yang sudah ia taksir.


"Oh ya" tanya mama Sinta dengan bahagia.

__ADS_1


"Iya lah, nggak seperti Ghaffar yang jomblo terus-terusan" kata Ghani mengejek Ghaffar yang tak suka berpacaran.


"Aku nanti pacaran pas udah tamat sekolah, langsung di ajak nikah. Bukan pacaran nggak jelas" jawab Ghaffar dengan apa adanya, Ghaffar tak suka berpacaran tak jelas seperti Ghani.


"Caelah bilang aja kamu nggak laku, layak Kak Adam dulu" seloroh Damar menyindir Adam yang tak pernah berpacaran.


"Iya" Adam membenarkan apa yang di katakan Damar.


"Dan Kak Damar ini selalu gonta ganti cewek, dia aja lupa udah punya mantan berapa dan parahnya sehari dia bisa ngapelin lima cewek sekaligus" jawab Adam membanggakan Damar.


"Lihat Kak Adam aja udah mengakui kehebatan Kakak" jawab Damar dengan bangga.


Tanpa di sadari Damar jika Adam kini telah membuatnya mendapat tatapan tajam dari Yasmin dengan perasaan kesal, sejenak Damar diam dan menatap Adam. Damar melihat Adam tersenyum sambil mengarah pada Yasmin, Damar kini mengerti mengapa Adam memujinya ternyata ada maksud di balik pujian itu.


"Ku menangis......." teriak Ghani dengan senyuman.


"Jadwal puasa di tambah bro" seloroh Adam menepuk bahu Damar, tapi dengan cepat di tepis oleh Damar.


"Sialan lu" kesal Damar dan mendekati Yasmin.


"Enak ya mas, sehari apelin lima cewek" kata Yasmin sambil melihat kukunya.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2