ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
323


__ADS_3

Adam tak menjawab ia hanya diam dan mendekati Sela juga langsung memeluk Sela kembali, jantung Adam masih belum bisa berhenti berdetak kencang ketakutan akan kehilangan Sela masih menghantuinya.


"Kak Sela janji nggak akan cengeng lagi, tapi Sela nggak mau cerai" Tutur Sela yang masih di peluk Adam.


"Iya kita nggak cerai, kita rujuk lagi ya" Pinta Adam yang masih memeluk Sela.


"Iya, janji ya Kak jangan tinggalin Sela" Pinta Sela penuh harap.


"Iya, kamu jangan pikirin itu semua baik-baik saja ada Kakak di sini" Kata Adam yang di angguki Sela.


Tiba-tiba Sela meremas perutnya merasakan sakit yang sangat luar biasa tak tertahan, bahkan tubuh Sela mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Sayang kamu kenapa?" Adam panik dan berusaha menenangkan Sela, namun tetap saja rasanya masih sangat sakit dan terlalu sakit.


"Sakit Kak" Jawab Sela.


Adam dengan cepat memanggil dokter dan memeriksa Sela, dan tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan Sela.

__ADS_1


"Tuan Adam, janin nyonya Sela sudah tidak bernyawa lagi dan kami harus mengangkatnya, dan kami butuh persetujuan anda" Kata Seorang dokter.


Adam menatap bunda Lesti yang juga menatapnya, bunda Lesti mengangguk, Adam pun mengangguk menyetujui.


"Iya dok, lakukan yang terbaik" Kata Adam.


Walau pun bersedih tapi apa mau di kata semua sudah terlanjur, janin itu sudah tak bernyawa lagi. Adam hanya bisa menggusap kasar wajahnya penuh rasa benci pada dirinya sendiri, Adam padahal sudah bahagia walau pun Sela koma tapi masih ada kesempatan anaknya hidup, namun kini tiba-tiba bayi itu meninggal dunia tapi Adam masih bersyukur paling tidak Sela masih selamat dari pada keduanya ikut pergi.


Dua hari kemudian.


Keadaan Sela sudah lebih baik hanya saja bayi mereka sudah tidak ada lagi, Sela sangat terpukul atas kehilangan bayinya rasanya Sela belum bisa menerima apa yang sudah ia alami, Adam pun tak tau apa yang sudah di alami Sela ia hanya tau Sela over dosis karena obat tidur. Yang tau hal mengerikan itu hanya bunda Lesti, namun bunda Lesti pun belum bercerita apa-apa pada Adam mau pun Sela.


"Heem" Sela mengangguk dengan tersenyum.


"Buka mata" Seloroh Adam sambil mengarahkan sendok berisi nasi dan lauk pada Sela.


"Kak Adam apasih" Sela malah terkekeh dan menepuk pundak Adam.

__ADS_1


"Buka mulut" Sela membenarkan perkataan salah Adam.


"Oh, lupa" Adam berpura-pura bodoh dan mengakui kesalahannya, dengan tangan mulai menyuapi sang istri.


"Kakak yang ingat apa sih, ini juga rambut apaan udah gondrong" Sela menunjuk rambut Adam yang di ikat dengan karet karena sudah panjang.


"Yang Kakak ingat cuman kamu" Tutur Adam dengan menatap wajah Sela.


"Ish, Kak Adam Sela nggak kuat" Sela malah bersemu malu dan menutupi wajah dengan telapak tangan sementara mulutnya masih mengunyah nasi.


"Kok malu" Adam malah di buat bingung oleh istrinya, mereka sudak menikah. Bahkan Sela juga sudah pernah hamil anak Adam tapi tingkah Sela masih seperti orang berpacaran.


"Kak udah ya, Sela kenyang" Tutur Sela.


"Kan baru tiga sendok, apa iya sudah kenyang?" Tanya Adam dengan bingung sebab piring yang di tangan Adam masih penuh makanan.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2