ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
112


__ADS_3

" Apa Yasmin terlalu egois mah kalau mas damar bersama Yasmin itu artinya Yasmin bahagia diatas penderitaan orang lain." kata Yasmin.


Sinta menjauhkan toko Yasmin yang memeluknya mama Sinta ingin melihat wajah Yasmin dan mama Sinta memegang kedua tangannya Yasmin lalu mengepalkan jari-jari Yasmin seolah ia ingin memberi kekuatan pada Yasmin.


" Yasmin tatap mata Mama." kata mama Sinta sambil mengangkat dagu Yasmin dan manik-manik mata Yasmin kini bertemu dengan manik mata Mama Sinta.


" Iya ma." Jawab Yasmin sambil mengangguk kan kepala nya.


" Apa kamu rela bila Damar bersama Celin?." Tanya mama Sinta.


Yasmin diam otaknya sedang berfikir dan ia sedikit menggeleng dengan rasa bersalah dengan segi entah mengapa ia sangat tidak ingin merebut suami orang lain namun kini ia pun tidak bisa memungkiri ia juga sangat membutuhkan Damar.


" Tapi Yasmin juga merasa bersalah sama kalau mas damar meninggalkan Celine demi Yasmin." kata Yasmin dengan meneteskan air matanya.

__ADS_1


Hufftttt.


Mama Sinta menarik nafas nya dengan dalam dan menghembuskan nya dengan kasar. Mama Sinta kembali menarik Yasmin masuk ke dalam pelukan nya, mama Sinta memeluk Yasmin dengan erat dan tulus.


" Mama sekarang mengerti mengapa Damar begitu keras mempertahankan diri mu, ternyata kamu wanita yang berhati malaikat dan kalau boleh memilih mama akan memilih kamu." Ucap mama Sinta dalam hati nya.


" Apa kamu benar benar mencintai Damar?." Tanya Mama Sinta lagi karena ia ingin melihat wajah Yasmin dengan yakin.


Tap tap tap.


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat pada kedua wanita yang sedang berpelukan itu dapat berjalan mendekati dari tadi yang mendengar pembicaraan Yasmin dan mama Sinta melalui celah pintu yang sedikit terbuka awalnya dapat berfikir Yasmin belum bisa menerima dirinya apa lagi mencintai dirinya.


Namun ternyata ia salah, ia mendengar sendiri dari mulut istri nya kalau ia pun sudah mencintai nya. Damar tersenyum hati nya yang bersedih kini berubah bahagia, karena apa yang Yasmin katakan kini mulai kembali membangkitkan semangat nya.

__ADS_1


Tadi nya Damar berfikir sudah tidak ada lagi harapan untuk hidup bersama dengan Yasmin, setelah semalam Yasmin mengusir nya Keluar dari ruangan itu dan damar pun tidak mau memaksa Yasmin seperti dulu karena ia takut Yasmin semakin terluka dengan perlakuannya yang selalu memaksa tubuhnya saat ini seperti tebu orang tidak bernyawa dengan kemeja yang sudah kusut rambut berantakan dan wajahnya terlihat pucat.


Mama Sinta yang melihat damar mendekatinya mulai tersenyum dan ia melepaskan pelukannya ia ingin memberi ruang pada anak dan menantunya itu mama Sinta mengerti dengan kebimbangan yang ada di dalam hati menantunya mama Sinta keluar tanpa bicara dari ruangan itu dan ia menutup pintunya.


" Sayang." Damar pemanggil Yasmin Yasmin yang menunggu ngidam awalnya tidak menyadari kehadiran damar yang ada di belakangnya ia pikir nama Sinta meninggalkannya karena mama Sinta tidak mau mendengarkannya namun ternyata ia salah ama Sinta pergi karena damar berada di ruangan itu.


" Sayang " ucap Damar dengan lirih, Damar mulai berjalan mendekati Yasmin, Yasmin berbalik arah dan ia melihat Damar di hadapan nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2