ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
288


__ADS_3

"Heh" kata Lina.


"Auu" Sela terduduk di lantai dan merasa sakit pada perutnya karena terjatuh.


Mata Sela menatap siapa orang yang mendorongnya, dengan cepat Sela berdiri sambil menatap tajam Lina. Dengan gerakan cepat Sela melepas high heels kesayangannya yang baru saja di belikan Adam kemarin untuknya.


"Kenapa?" tanya Lina mendekatinya.


Lalu apakah Sela takut? Tentu saja tidak. Kalah dalam berperang itu biasa bagi Sela, tapi kalau mengalah sebelum perang itu baru pantas di namakan pecundang.


"Mau apa lu ke rumah gue!" ketus Sela.


Lina malah menerobos masuk begitu saja, tanpa ijin dari Sela ia terus melenggang masuk seolah ia lah ratunya.


"Ini apartement Adam! Lu cuman numpang!" Lina mendudukan tubuhnya di sofa dengan santai tangannya menyalakan televisi.


"Ya lu bener gue cuman numpang, tapi gue bininya dan sekarang gue minta lu keluar" tutur Sela berdiri di hadapan Lina.


Lina berdiri dan mendekati Sela dengan memandang remeh, seakan Sela hanya wanita yang tak berarti apa-apa dan tak sebanding dengannya.


"Lu memang istri Adam, tapi paling sampai dia bosan" tutur Lina.


"Itu urusan gue sama laki gue, lu ngga ada urusan" ketus Sela.

__ADS_1


"Ya jelas itu urusan gue!" kata Lina melipat tangan di dada dengan menunjukan betapa ia sangat membenci Sela.


"Urusannya apa?"


"Adam udah ngambil sesuatu yang berharga dalam diri gue, dan dia harus bertanggung jawab. Dan sekarang aku dan dia sedang bertengkar, tapi setelah kami baikan lagi aku yakin kau akan di tendang sebab kau hanya pelampiasan saja" tutur Lina penuh percaya diri.


Sela merasa kesal dengan apa yang di ucapkan Lina, entah mengapa Sela berubah menjadi perasa dan sangat sensitif. Namun ia tetap berusaha mengendalikan diri sekuat mungkin saat ini, dan ia lebih memilih meluapkannya pada Adam.


"Masih pagi udah mimpi" jawab Sela santai.


"Kita lihat saja nanti, kau hanya gembel yang menumpang hidup pada Adam jadi tidak usah sombong dan terlalu bangga, bersiap-siap saja kembali kejalanan" tutur Lina tak mau kalah.


"Ya kau benar, aku hanya gembel" tutur Sela merendah.


"Tapi aku bingung dengan orang kaya raya seperti kau"


"Apa maksud mu!" kesal Lina.


"Kau punya banyak uang tapi kenapa kau sia-sia kan. Seharusnya kau gunakan dengan baik seperti memakainya untuk membeli obat dan menemui psikiater agar gangguan jiwa mu segera sembuh" Sela terkekeh melihat wajah kesal Lina.


"Kurang ajar!" Lina merasa terhina dengan perkataan Sela yang justru merendahkannya. Dengan cepat Lina melayangkan tangan pada pipi Sela.


PLAK.

__ADS_1


Sela memegang pipinya dengan wajahnya yang terbawa kesamping, Sela kembali menatap tajam Lina. Dengan cepat tangan Sela menampar pipi kanan dan pipi kiri Lina.


PLAK.


PLAK.


"Kurang ajar" Sela mendorong tubuh Lina sampai terjatuh di sofa.


"Heh sialan" teriak Lina sambil kembali berdiri


"Kau berani sekali melakukan ini pada ku, ini sudah berkali-kali kurang ajar!" teriak Lina kesal.


"Katakan apa mau mu!" kata Sela.


"Tinggalkan Adam!" jawab Lina cepat.


"Kenapa aku harus meninggalkan suami ku, dasar perempuan tak tau malu" ketus Sela.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2