ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
124


__ADS_3

" Sabar mas." Kata Yasmin.


" Kamu bilang sendiri sama adik mas, jangan sama mas." Kesal Damar setelah mendapat kan penolakan dari Yasmin, dan ia juga lupa apa kata dokter tempo hari.


Yasmin tertawa mendengar jawaban dengar Yasin baru tahu wajah garang yang selama ini ia lihat bisa bertingkah aneh saat ini biasanya suaminya itu selalu berbicara dengan nada yang tinggi tapi sekarang sudah seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan es krim.


" Yank." Damar memanggil Yasmin sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Yasmin.


" Apa mas, ayo sana pergi kasian Adam sudah menunggu." Kata Yasmin sambil berusaha melepaskan diri dari damar.


" Yank kalau tidak bisa pakai cara yang biasa pakai cara lain saja." Kata damar sambil menggigit dan menghisap lekuk Yasmin bahkan sampai meninggalkan jejak pemilik kan.


" Iss apa sih mas." Ucap Yasmin.


" Ayo lah sayang." Rengek Damar.


" Mas." Ucap Yasmin dengan nada sedikit tinggi.


" iya sudah jangan marah mas tidak jadi meminta." Kata damar sambil melepas pelukannya dan mengangkat kedua tangannya.


" Sudah sana pergi kasian Adam." Kata Yasmin.


Huuuuftpppp.


Gambar menarik nafasnya dengan kasar karena ia tidak ingin pergi jauh-jauh dari Yasmin.

__ADS_1


" Ya sudah mas pergi." Kata Damar.


" Iya mas hati hati ya " kata Yasmin.


" Kiss." Kata Damar menunjukkan bibir nya.


" Cup." Yasmin memberikan apa yang diminta damar. Tapi sayangnya ciuman itu di pipi bukan di bibir dan itu membuat damar bertambah jengkel.


" Sayang di sini." Kata Damar sambil menunjuk kan bibir nya


" Sama saja." Ucap Yasmin.


" Beda Yank, kalau di pipi itu kamu cium bayi." ucap Damar.


" Di bibir itu baru ciuman buat ayah si bayi." Kata Damar


" ishhh mas apa sih sama saja." Jawab Yasmin.


" Sayang di sini." Kata Damar.


Yasmin tidak mau berpikir terlalu lama ia langsung memberikan apa yang diminta damar agar gambar bisa lebih cepat pergi bekerja karena ia merasa sedikit kasihan pada Adam yang harus menghadapi rekan bisnis yang memarahinya karena ada masalah mengundur waktu meeting.


Tapi sayangnya damar tidak bisa menepati janjinya ia menahan lekuk Yasmin dan ciuman itu berubah panas dan ia mulai ******* bibir Yasmin dengan rakus. Nah kan tangannya mulai bermain di gundukan Yasmin.


" Mas." Yasmin memundurkan diri nya menjauh dari Damar.

__ADS_1


" Ayo lah sayang." Kata Damar memelas.


" Bukan aku tidak mau tapi dokter yang berkata kan mas, apa mas lupa, karena kandungan ku sangat lemah." Kata Yasmin


" Ya sudah mas pergi ya, kamu hati hati nanti Sela datang kalian tidak boleh keluar ya." Kata Damar tersenyum pada Yasmin.


" Iya mas." Jawab Yasmin


Setelah kepergian Damar, kini Yasmin duduk di ruang tamu untuk menunggu kedatangan Sela, karena Yasmin sudah cukup lama tidak pernah bertemu dengan Sela dan ke dua nya sudah saling merindukan.


" Gita." Kata Yasmin ia melihat Gita Sedang berjalan melewati nya.


" Iya nyonya." Jawab Gita. "


" Kamu mau kemana?." Tanya Yasmin.


" Saya mau ke depan saja nyonya, saya sedikit bosan karena tidak tahu harus apa." Jawab Gita.


" Oh kalau begitu kamu temani saya di sini saja, saya juga butuh teman." Ucap Yasmin.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2