
" Sudah mas aku lelah tolong biarkan aku pulang dan beristirahat tubuh ku sangat lelah, aku tidak mau menambah beban di fikiran ku untuk saat ini dan aku tunggu keputusan mu, apa pun nanti nya pasti aku terima." Kata Yasmin.
Yasmin menutup pintu mobil dan ada mulai menyalakan mesin mobil keduanya menghilang jauh Yasmin diam saja di dalam mobil pikirannya hanya bagaimana nasib anaknya usianya baru akan memasuki 20 tahun Dan kini ia sudah mengandung lalu ia memiliki tanggung jawab dengan kedua adiknya.
Yasmin tersenyum dan memegang perut nya, ia sadar bagaimana pun anak yang di kandung nya adalah anugerah dan tidak bisa di tolak, Yasmin yakin setelah ini akan ada kebahagiaan untuk nya, air mata Yasmin mulai menetes karena haru dengan apa yang ia rasakan.
Setelah beberapa menit perjalanan kini Yasmin sampai di rumah. Ia langsung turun dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Adam Kembali setelah Yasmin turun. Yasmin berjalan sambil memegang dinding tubuh nya terasa begitu lemas apa lagi dari siang tadi ia belum makan sedikit pun.
" Neng." Kata mbok Yem.
" Mbok, saya lapar sekali, tolong siapakan makanan ya." Pinta Yasmin.
" Baik neng." Mbok Yem itu membantu Yasmin berjalan dan duduk di kursi meja makan setelah itu mbok Yem baru mulai memanas kan makanan dan menata di meja makan.
" Ayo neng, mau makan apa biar mbok yang ambilkan?." Kata mbok Yem.
__ADS_1
" Entah mbok aku dari kemarin tidak selera makan, tapi perut ku lapar sekali." Ucap Yasmin.
" Apa neng sedang hamil?." Tanya mbok Yem.
" Seperti nya begitu mbok." Jawab Yasmin.
" Makan sedikit saja ya neng, kasihan yang di dalam." Kata mbok Yem.
" Ya." Yasmin mulai makan dengan rasa mual yang ia rasakan.
" Neng, mbok telpon tuan sebentar ya." Kata mbok Yem.
" Sayang." Damar masuk dan melihat Yasmin sedang memuntahkan makanan nya.
Bahkan Damar datang sebelum mbok Yem menghubunginya karena tadi setelah ia berbicara dengan Celin dan mengatakan ia akan mengirimkan surat cerai pada Celin ia langsung pergi menyusul Yasmin damar tidak bisa tenang saat melihat keadaan Yasmin dengan wajah yang sangat pucat.
" Tuan, baru saja mbok mau menghubungi tuan." Kata mbok Yem.
__ADS_1
" Mbok saya titip si kembar ya, saya bawa istri saya ke rumah sakit dulu." Kata Damar.
Damar langsung mengangkat tubuh Yasmin, bahkan Damar sama sekali tidak bertanya persetujuan Yasmin, Karena ia sudah sangat mengkhawatirkan keadaan Yasmin yang terlihat sangat lemah.
" Sabar sayang." Kata Damar.
Damar menidurkan Yasmin di kursi penumpang, karena Yasmin sudah sangat lemah bahkan untuk membuka mata nya saja ia tidak kuat.
Kini Yasmin sudah ditangani seorang dokter damar yang menunggu di luar ruangan merasa sangat khawatir dengan keadaan Yasmin karena saat di perjalanan Yasmin sempat tidak sadarkan diri damar terus berjalan di depan ruangan itu ia sangat takut sesuatu hal yang buruk terjadi pada Yasmin.
Ditambah lagi dengan kehamilan Yasmin yang sangat lemah damar benar-benar menyesali perlakuannya selama ini ia baru sadar ternyata ia terlalu egois dan menginginkan 2 wanita sekaligus dalam hidupnya tanpa ia pikirkan bagaimana dengan keadaan Yasmin yang merasa tertekan karena perlakuan keegoisannya itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1