ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
349


__ADS_3

"Yasmin bercanda Mas" kata Yasmin ucap Yasmin dengan kekehan


"Mas serius, itu hadiah buat kamu yang udah kasih Mas anak lima" Damar tak tau harus berterima kasih dengan cara apa pada sang istri.


Damar hanya bisa memberi sesuatu yang menurutnya tak seberapa jika di bandingkan dengan apa yang di berikan Yasmin padanya, bayangkan saja Yasmin menghadiahkannya lima anak sungguh hal yang tak pernah di bayangkan Damar dalam usia bernikahannya baru menginjak tiga tahun tapi sudah menjadi Ayah dari lima orang anak.


"Okey kalau Mas maksa, tapi Yasmin mau ada nama Yasmin ya Mas yang tertulis di Jet nya" pinta Yasmin dengan senyum bahagia.


Yasmin tau itu cara suaminya untuk membahagiakannya, walau pun caranya sangat terkesan berlebihan dan terlalu lebay tapi Yasmin tau itu cara Damar menghargai nya. Dan Yasmin tidak mau menolak ia takut suaminya nanti justru tersinggung dengan penolakannya.


"Tapi janji kamu harus kuat" kata Damar lagi.


"Kuat" Yasmin menunjukan pada Damar dua tangannya mengepal seolah menggambarkan betapa kuatnya ia saat ini.


"Mas nanti anak kita di kasih nama siapa ya?" Yasmin bingung harus memberi nama apa pada anak-anaknya, sebab pikirannya kini terlalu fokus pada operasinya esok hari.

__ADS_1


"Ya nanti kita pikirin ya sayang, yang penting sekarang kita semangat" Damar mengacak rambut Yasmin dengan gemas.


"Mas, tolong ikatin dong" rambut Yasmin sudah sangat panjang sebab selama hamil ia tak memotong rambutnya, sebab mama Sinta mengatakan tidak baik jadi ia ikut saja apa pun perkataan baik orang lain. Apa lagi yang mengatakan adalah mama Sinta, Yasmin tidak akan membantah.


"Iya sini mana ikatannya, apa Mas ikat pakek tali rafia aja?" seloroh Damar.


"Ahahahaha, Mas apa sih" Yasmin tertawa mendengar perkataan sang suami.


🍃🍃🍃🍃🍃


Adam baru saja pulang dari kantor dan kini ia sudah masuk ke kamar, namun ia tak melihat istri tercintanya di sana. Adam melepas dasi dan melemparkannya di sofa, setelah itu membuka jas mahal miliknya masih dengan cara yang sama melempar jas itu sesuka hatinya. Sama halnya kini ia duduk di sofa dan membuka sepatunya yang di biarkan di sana begitu saja, bahkan kaos kakinya juga terlempar begitu saja.


"Sayang...."


Adam melipat lengan kemejanya hingga sampai siku, ia keluar dari kamar dan mencari di mana keberadaan sang istri tercintanya.

__ADS_1


"Sela?" panggil Adam setengah berteriak.


"Cinta gue di mana ya, nggak tau apa gue udah kangen banget" gumam Adam saat kini ia di lantai dua dan pandangannya mengedar mencari keberadaan sang istri, sebab kebiasaan Sela adalah duduk di balkon sambil membaca majalah, Adam berpikir mungkin sang istri tertidur tapi tidak juga ada hingga seorang pekerja melihat tuannya sedang meneriaki nama nyonya mereka.


"Tuan cari nyonya?" tanya ART tersebut.


"Iya, tau di mana istri saya?" tanya Adam berkacak pinggang.


"Nyonya di dapur tuan, bersama nyonya besar Lesti sedang membuat kue" tutur si ART, tangan Adam terangkat pertanda meminta si ART pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


Adam memang sangat dingin pada setiap pekerjanya dan membuat peraturan tidak boleh centil atau pun berpakaian sexy. Sebab Adam tak mau ada yang menggodanya diam-diam atau pun ada yang berbuat zina sesama pekerja di rumahnya, tidak ada yang boleh berpacaran sesama pekerja kalau ketahuan akan di pecat langsung secara tidak terhormat. Begitulah peraturan yang di buat oleh Adam.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2