
"Selamat datang tuan di Amel's Butik. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang karyawan butik pada Alfi.
"Saya ingin bertemu Tante Amel, apa dia ada?" tanya Alfi.
"Maaf tuan, Bu Amel sedang berada di Australia. Tapi putri nya ada bila ada yang ingin Anda bicarakan" ujar karyawan itu seraya menunjuk seorang wanita hamil yang tengah bergelayut manja di lengan seorang pria sambil makan buah disuapi laki-laki itu.
Dalam hati Alfi mencibir pasangan yang di anggap nya lebay itu. Ia pun membatalkan keinginan nya bertemu sang pemilik butik dan langsung mengutarakan tujuan nya datang ke butik itu.
"Tidak usah, langsung saja. Saya minta carikan gaun pengantin yang cocok untuk wa.... "Alfi menoleh ke belakang tapi orang yang di kira nya mengikuti nya justru tidak ada membuat nya kesal setengah mati.
"Untuk siapa tuan?" tanya karyawan itu bingung karena tidak melihat seorang pun dibelakang Alfi.
'Sial! Mana gadis menyebal kan itu?' geram Alfi sambil mengepal kan kedua tangan nya.
la pun segera melangkah kan kaki nya keluar butik, rahang nya mengeras saat melihat Azura justru bersantai di luar sambil menyandarkan tubuh nya di pintu mobil.
__ADS_1
"Kau!" tunjuk Alfi geram.
"Kenapa?" tantang Azura.
Lalu tanpa banyak bicara, Alfi memanggul Azura layak nya karung beras membuat Azura menjerit sambil memukul-mukul punggung Alfi.
"Turunin aku dokter galak!" pekik Azura.
Tapi Alfi justru acuh tak acuh saja dan tetap memanggul nya masuk kedalam butik membuat semua mata karyawan butik juga para pelanggan menatap bingung pada kedua orang itu.
"Mas Obi, kayak nya gadis itu mau di paksa kawin sama laki-laki itu deh" bisik putri pemilik butik itu di telinga suami nya.
"Ck... makin hari sikap dokter ini makin aneh. Jangan-jangan dokter ini punya penyakit kejiwaan ya? Tadi aku di tinggalin begitu aja di luar, sekarang di pikul kayak karung beras. Ini sebenar nya mau ngajak fitting gaun pengantin apa fitting gaun kematian alias kain kafan sih sebenar nya?" protes Azura saat ia sudah di turun kan. Nafas Azura sudah tersengal-sengal seperti sudah mau sakratul maut karena di angkat seenak nya oleh Alfi. Oleh sebab itu, ia menganggap ini seperti ingin fitting gaun kematian.
"Untung ganteng, kalau nggak udah aku cakar-cakar tuh muka" kesal Azura sambil mencoba gaun pengantin yang di sodorkan karyawan Amel's Butik.
__ADS_1
Karyawan Amel's Butik hanya bisa terkikik geli sambil menutup mulut mereka saat melihat tingkah konyol kedua calon pengantin itu.
Azura tercenung menatap diri nya yang sudah memakai gaun pengantin di depan cermin. Gaun berwarna putih gading itu begitu indah, tapi tetap saja membuat Azura sedih saat melihat diri nya sendiri di dalam sana.
Ini bukan pernikahan impian nya, sebagai seorang perempuan tentu ia memiliki pernikahan impian tersendiri. Tapi semua kini harus ia kubur dalam-dalam, ia tak mungkin bisa meminta impian nya di wujudkan. Memangnya siapa dirinya, pikir nya. Diri nya hanya lah calon pengantin dadakan yang di paksa oleh keadaan. Bahkan tak ada seorang pun yang mau menanyakan diri nya, seperti apa pernikahan impian nya atau minimal bertanya apa keinginan nya?
'Terpaksa menikah kemudian dipaksa bercerai. Astaga, mengapa hidupku begitu rumit!' gumam Azura dalam hati.
Masa bodoh, Alfi justru langsung meminta karyawan butik mencarikan gaun yang sekira nya cocok untuk Azura. Dia bahkan tidak mengizinkan Azura memilih sendiri apalagi membantu mencarikan nya membuat Azura sangat kesal hingga rasa nya ingin sekali mencakar-cakar wajah ganteng itu.
Tanpa sadar, air matanya mengalir. Semua itu tak luput dari sepasang mata yang menatap nya dengan sorot mata tak terbaca dari sudut pintu ruang ganti.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....