
Seperti nya wanita itu sedang menanti suami nya karena semalam pergi begitu saja meninggalkan pesta dan sampai saat ini belum pulang.
" Selamat pagi nyonya." Sapa Yasmin. Celin tidak menjawab, ia hanya memandang sinis Yasmin.
Tapi Yasmin tidak perduli dengan hal itu, itu bukan masalah bagi nya. Manusia sombong itu memang sudah biasa begitu. Yasmin berjalan masuk dan duduk di kursi nya, tidak berapa lama kemudian pintu kembali terbuka.
Ceklek.
Damar membuka pintu, ia ingin mendekati Yasmin namun pandangan nya menangkap Celin yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
Damar melangkah masuk dan Celin langsung berlari dan memeluk nya.
" Sayang kamu dari mana saja? dan kenapa kamu pergi meninggalkan pesta semalam dan tidak pulang, kamu tidur dimana?." Tanya Celin bertubi tubi karena ia sangat penasaran Damar menginap dimana.
Yasmin sangat malas melihat Damar dan Celin, ia bangun dari kursi nya dan berjalan ke arah pintu lalu keluar meninggalkan Celin dan Damar.
" Celin lepas aku sedang sibuk." kata Damar sambil ia berusaha melepaskan diri dari Celin.
Damar berjalan ke kursi kebesaran nya lalu mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan pekerjaan yang sudah menumpuk, tanpa memperdulikan Celin.
__ADS_1
Celin menghentakkan kaki nya dan berjalan mendekati Damar.
" Sayang kamu kenapa cuekin aku, harus nya kamu minta maaf sama aku, semalam kamu pergi begitu saja dan sampai sekarang belum pulang." kata Celin dengan tegas. Damar hanya melirik sekilas setelah itu ia kembali fokus dengan pekerjaan nya.
" Damar." teriak Celin
" Celin, aku sedang banyak pekerjaan, sebaik nya kamu pulang." kata Damar tidak kalah tegas.
" Kamu mengusir ku lagi!!!!." tanya Celin, sambil menggelengkan kepala nya, ia tidak percaya Damar mengusir nya.
" Aku sedang pusing, sebaik nya kamu jangan menggangu ku." kata Damar dengan wajah datar nya tanpa melirik Celin.
" Damar kamu." Celin merasa jengkel dengan tingkah Damar pada nya. Damar sangat acuh pada nya.
" Celin kamu tidak dengar aku berbicara apa." kata Damar. Celin menjauh dari Damar dan menghentakan kembali kaki nya karena Damar sama sekali tidak meminta maaf pada nya setelah semalam meninggalkan nya dan sekarang pun Damar tidak meminta maaf pada nya.
" Damar kamu itu sungguh keterlaluan." kesal Celin. Ia melangkahkan kai nya keluar dari ruangan itu, ia terus berjalan dengan rasa jengkel karean Damar kini sudah mulai tidak memperdulikan nya lagi.
Setelah kepergian Celin, pintu kembali terbuka dan Damar yakin itu Yasmin, DAmar terus melihat ke arah pintu.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu terbuka dan orang itu masuk.
Huff.
Damar menarik nafas dengan sangat kasar, karena yang maksud ternyata Edo, tamu yang btidak di undang.
" Hai bro." sapa Edo.
Edo berjalan masuk dan duduk di sofa, wajah nya menatap wajah DAmar, lalu ia melihat meja YAsmin yang ksosng.
" Ngapain loe ke sini?." Tanya Damar.
" Santai bro. gue ke sini bukan mau ketemu sama loe." jawab Edo sambil melipat kaki nya dan tangan nya ia rentangkan di senderan sofa yang ia duduki, ia duduk sambil bersandar dengan santai.
" Terus nemuin siapa?." tanya Damar sambil menatap tajam sepupu nya itu.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...