
Setelah puas dengan itu semua Adam ingin segera memasukan lolipop milik nya, namun terganggu karena ponsel Adam terus saja berbunyi sedari tadi. Awal nya Adam tak perduli tapi panggilan itu terus masuk tanpa henti.
"Kak jawab dulu mana tau penting" Sela yang tanpa sehelai benang pun di bawah Adam juga merasa kesal, tapi mau bagaimana lagi takut ada hal yang serius.
"Tapi Kakak udah di ujung banget yang" Adam masih belum bisa beralih, namun lagi-lagi ponselnya berdering dan ternyata Damar yang menghubunginya.
"Jawab dulu Kak, soalnya dari tadi nggak berhenti berdering terus" ucap Sela yang di angguki Adam, dengan cepat Adam menjawab panggilan itu.
"Apa!" ketus Adam setelah panggilannya tersambung.
"Heh, ketus banget" Damar yang di seberang sana sangat kesal mendengar jawaban Adam padanya.
"Apa cepat, sebelum gue matiin" Adam sangat kesal karena seharusnya ia sedang merasa di atas awan saat ini tapi terganggu karena Damar.
"Lu di mana, ini lu ada meeting dari tadi orang-orang nunggu lu terus lu ada janjikan hari ini sama rekan bisnis kita yang datang dari luar negeri?" kata Damar memberitahu Adam dari seberang sana.
__ADS_1
Adam mengingat hari ini ia ada rapat yang sangat penting yang seharusnya di mulai pukul sepuluh pagi tadi, tapi ini sudah pukul dua siang.
"Ya ampun...." Adam sangat shock mengingat hari ini jadwalnya sangat padat ternyata.
"Lu lagi apa sih" Damar di sebrang sana menyadari tingkah Adam yang aneh namun ia pun bingung apa yang membuat Adam demikian.
"Gue lagi sama bini, tuan Damar yang terhormat baik hati lu bantuin gue hari ini ya jadi lu gantiin gue. Gue hari ini mau honeymoon hari ini doang" Adam sangat berharap Damar mau membantunya.
"Bini gue udah nggak lama lagi brojol. Jadi gue lagi sibuk juga ini" tutur Damar tersenyum dari sebrang sana, ia tau pasti Adam ingin buka puasa.
"Gue juga lagi mau meeting, buruan ke kantor lu kalau gini caranya Ghaffar dan Ghani juga nanti pinter buat curang karena lu ngasih contoh nggak bener" Damar membuat Adam kesal menggunakan adik kembarnya itu, padahal ia pun kini sedang mengerjakan pekerjaannya yang terlantar karena sibuk bermesraan dengan sang istri.
"Ck" Adam mematikan sambungan teleponnya sepihak.
"Apes banget sih" Adam menjambak rambutnya, sedetik kemudian ponselnya kembali berdering tertulis nama Sandi di sana Adam tau Sandi pasti ingin ia segera kekantor.
__ADS_1
"Apa...mau saya cekik" kesal Adam jaat ia menjawab panggilan itu, Sandi yang ada di seberang sana menjauhkan ponselnya dari telinga karena terkejut dengan Adam yang tiba-tiba memarahinya.
"Bos" belum selesai lagi Sandi memberi info, Adam sudah kembali memotong ucapannya.
"Iya saya ke kantor!" lagi-lagi Adam mematikan sambungan telponnya sepihak karena kesal dengan Sandi.
"Kak" Sela malah merinding melihat suaminya.
"Kakak harus ke kantor" Adam memukul udara di hadapannya dengan cepat ia memakai setelan jas kerjanya, dalam hati Adam menangis karena hasrat yang masih bergelora.
"Kakak mau pergi?" tanya Sela yang masih berbaring di ranjang, menatap Adam yang menggunakan dasi asal-asalan.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...