ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
320


__ADS_3

"Yasmin" Teriak nama Sinta yang melihat menantu nya sudah tidak sadarkan diri.


"Gita cepat periksa Yasmin" Teriak mama Sinta ia juga takut jika kandungan Yasmin terjadi sesuatu.


Dengan cepat Damar melarikan Yasmin ke IGD dan di tangani oleh Gita, sementara di ruangan Sela masih terdengar tangisan seorang wanita, wanita yang mengandung, melahirkan, merawat, menyusui, hingga membesarkan Sela dengan penuh cinta. Namun siapa sangka nasib sang putri hanya sampai di sini melihat dunia yang sangat kejam untuknya.


"Sela bangun Nak. Demi Bunda, apa kamu tidak sayang sama Bunda? Ayah mu sudah pergi meninggalkan Bunda Nak. Bunda tidak sanggup kalau kamu juga meninggalkan Bunda, Sela setelah Ayah tiada kamu bilang akan ada untuk menjaga Bunda lalu kenapa kamu mengingkari janji itu! Kenapa kamu juga malah pergi menyusul Ayah untuk meninggalkan Bunda sendirian" Tangisan bunda Lesti seakan menggambarkan kalau ia belum siap di tinggal sang putri.


"Mbak sabar" mama Sinta lagi-lagi hanya bisa berkata demikian sambil memeluk memberi kekuatan pada bunda Lesti.


Adam perlahan mendekat dengan perasaan yang tak karuan, perlahan ia memeluk Sela. Adam hanya bisa menangis dan menangis tanpa bisa berbicara.

__ADS_1


"Jangan sentuh anak ku" bunda Lesti berteriak dan menarik baju Adam agar menjauh dari putrinya.


"Mbak" mama Sinta dan mami Ratih berusaha menengangkan bunda Lesti yang terus memukuli Adam tanpa henti. Adam hanya diam saja ia menerima apa pun yang bunda Lesti lakukan padanya.


"Ini semua karena kau, aku menyesal sudah memaksa anak ku menikah dengan mu! Pergi dari sini dan kejar wanita yang selalu bersama mu itu" Teriak bunda Lesti hingga mama Sinta dan mami Ratih membawa bunda Lesti keluar dari ruangan Sela meninggalkan Adam di sana.


"Sayang" Adam tak tau harus apa yang jelas ia tak sanggup melihat Sela terbujur kaku di hadapannya.


"Jangan tinggalkan Kakak, kakak mohon. Kakak cuman cinta sama kamu nggak ada yang lain. Kakak mohon sayang bangun demi Kakak" Adam menggoyangkan tubuh Sela dengan kuat berharap Sela bangun karena keajaiban.


"Adam" Damar menghentikan Adam mencoba menjauhkan Adam dari Sela namun terasa sangat sulit sekali.

__ADS_1


"Lepas, aku mau Sela bangun" Tutur Adam dengan suara pilu dan putus asa.


"Sela bangun, jangan seperti ini apa kau sangat membenci ku hingga kau pergi meninggalkan aku dengan cara yang seperti ini" Tutur Adam di iringi tangisan.


"Adam sabar kasian Sela" Damar memang merasa kasihan pada Sela yang setengah di angkat Adam, sedangkan Sela sudah dinyatakan tiada lagi bernyawa dan Adam belum bisa menerima.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2