
Oma, hamil apah?" tanya Zie yang sedari tadi bingung dengan pembicaraan orang dewasa sekitarnya, mama Sinta yang tadi melupakan ada Zie di sana malah merasa bingung dan bersalah sebab tak seharusnya ia berbicara demikian di hadapan Zie.
"Hamil itu terlalu banyak makan Zie, kayak Bunda pas perutnya gede dulu. Zie ingat nggak?" tanya Edo yang baru saja datang namun langsung ikut dengan percakapan mereka.
"Daddy" Zie langsung berdiri dan tersenyum melihat Edo yang datang bersama Gita.
"Anak Daddy" Edo langsung memeluk Zie dan menciuminya.
"Alma mana?" tanya Zie mengingat wajah sepupunya.
"Alma lagi sama Oma Ratih nanti juga dia ke sini sama Opa Rianda sama Alif juga" Kata Edo.
"Ye....." Zie merasa kegirangan karena dua sepupunya akan segera datang juga.
"Tapi tadi kalian ngomongin ada yang hamil? Siapa?" tanya Edo.
"Ini Do Mama curiga Yasmin hamil" jawab mama Sinta kembali menatap Yasmin.
Gita yang mendengar perkataan mami Ratih langsung memperhatikan Yasmin, namun ia hanya diam saja.
__ADS_1
"Wah topcer bro" seloroh Edo tertawa pada Damar.
"Topcer pala lo, gue baru aja berbuka apa iya puasa lagi" kesal Damar menjitak Edo.
"Sialan lo, sakit bego!" Edo mendudukan Zie kembali di ranjang, lalu ia mendekati Damar dan mencekik leher Damar.
"Sakit woy!" jawab Damar berusaha membalas Edo juga dengan mencekik Edo.
"Mati sekalian lu" kata Edo tak mau kalah.
"Edo! Damar!" teriak maa Sinta yang membuat kedua pria dewasa itu berhenti saling mencekik.
"Kalian udah punya anak bukan kasih contoh yang baik tapi malah kasih contoh nggak bener, di sini banyak anak-anak!" kesal mama Sinta.
"Ada tiga Ghaffar, Ghani, dan Zie" kata mama Sinta menatap satu persatu.
"Siapa bilang Ghani anak-anak, Ghani udah dewasa tau Ma. Ghani juga udah punya pacar tau Ma" jawab Ghani tersenyum pada Mama Sinta.
"Apa lagi Ghaffar Ma, Ghaffar punya 4 cewek di sekolah. Satu lagi suster yang rawat Ghaffar jadinya 5 Ma, jadi Ghaffar juga udah dewasa tau Ma" jawab Ghaffar sambil menyisir rambutnya kebelakang.
__ADS_1
Mama Sinta geleng-geleng melihat Ghaffar dan Ghani yang sudah mengaku dewasa itu.
"Kalian semua tidak ada yang beres, Zie kamu juga udah dewasa" kata mama Sinta menatap kesal Zie.
"Udah Oma, Zie pacal Om Elza" jawab Zie setelah di bisikan oleh Edo.
"Edo, lu bener-bener cari ribut sama gue ya" Damar kembali menarik Edo dan membantingnnya ke lantai, dan Damar siap memberi bogem mentah.
"Gita tolongin Abang dong, kalau Abang mati Gita jadi janda loh" kata Edo.
"Mas Damar, lepasin suami Gita!" Gita sangat takut kehilangan Edo, jadi ia tak mau terjadi sesuatu pada suaminya. Ia tak perduli orang berkata ia lebay yang jelas ia sangat tak mau kehilangan suaminya.
"Suami begini aja di tangisin, di lampu merah juga banyak yang model begini!" kesal Damar sambil melepaskan Edo sebab Gita kini tengah hamil lagi jadi wajar saja bila ia sedikit cengeng.
"Abang bangun" Gita membantu Edo untuk bangun sambil merapikan kembali pakaian suaminya yang kusut.
"Heh! berani lu ngajarin Zie ngomong begitu lagi, abis lu!" Damar kembali mengancam Edo.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...