ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
382


__ADS_3

"Nggak jadi di sate bos" seloroh Tomi sebab ia tau Damar mencoba menutupi jati dirinya dari Yasmin.


"Kau yang ku buat sate mau!" bentak Damar dengan nada tinggi, Tomi masih saja menggodanya padahal mereka sudah melihat Yasmin ketakutan.


Kini Tante Tina dan nenek Mirna sudah di masuk kan ke dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya, kenapa Damar tak menghukum Tante Tina dan nenek Mirna dengan caranya, itu karena ia takut Yasmin tau siapa dirinya. Jadi ia memutuskan untuk tidak berbuat buruk, sebelum Yasmin tau ia adalah mafia berdarah dingin.


*************


SATU MINGGU KEMUDIAN


Kini Ghaffar sudah sadarkan diri, keadaannya pun sudah lebih baik. Bahkan Ghaffar sudah bisa mendudukan tubuhnya walau pun dengan cara yang hati-hati, meskipun kadang harus di bantu oleh orang lain. Namun itu jauh lebih baik dari pada keadaannya beberapa hari yang lalu.


"Om Ghafal, sustel nya cantik kan?" tanya Zie yang duduk di ranjang Ghaffar sambil memakan apel yang di kupas mama Sinta untuk Ghaffar, namun justru Zie yang lebih banyak memakannya.


"Terus kalau cantik kenapa?" tanya Ghaffar sambil menatap Zie yang sedang mengunyah tanpa jeda.

__ADS_1


"Kemalen Ayah intip di cana, tata nya custel syantik" Zie menunjuk pintu di mana Damar mengatakan kalau suster itu sangat cantik.


"Mas!" Yasmin menatap Damar dengan tajam dan kesal.


"Zie kapan Ayah bicara begitu" Damar mendekati Yasmin namun matanya menatap kesal Zie.


"Mayen!" jawab Zie lagi sambil cengengesan menunjukan gigi ompongnya.


"Mana ada, ngarang kamu itu" kesal Damar sambil memeluk Yasmin.


"Tapi Zie masih kecil, jadi nggak mungkin bohong Mas hiks hiks hiks" Yasmin malah benar-benar menangis karena takut kehilangan Damar.


"Yasmin kamu kenapa jadi suka nangis begini, Mama perhatikan kamu beda banget beberapa hari ini. Kamu hamil lagi Nak?" tanya mama Sinta yang melihat perubahan pada Yasmin.


Yasmin mengusap air mata dan memegang perutnya.

__ADS_1


"Ma kembar masih usia tiga bulang, jadi nggak mungkin Yasmin hamil lagi" jawab Yasmin pada mama Sinta.


"Tapi Mama curiga kamu hamil lagi" kata mama Sinta lagi yang menatap tubuh Yasmin.


"Sayang kamu nggak hamil lagi kan?" kini Damar yang bertanya dengan ketakutan, karena kalau istrinya hamil lagi ia akan kembali berpuasa padahal ia baru sebulan ini berbuka puasa. Walau pun hanya di malam hari saja, namun itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


"Memangnya kenapa kalau Yasmin hamil lagi?" kini Yasmin yang kesal pada Damar sebab ia takut Damar tak mengijinkannya hamil lagi karena ingin pergi bersama wanita lain.


"Ck...." Damar menggaruk kepala dengan frustasi, sekarang saja susah sekali mendapatkan haknya bahkan walau hanya sekedar pegang-pegang saja harus mengantri, dan yang parahnya ia tak bisa menyelip di antara empat bayinya. Sebab antriannya sudah pasti yang ke lima paling akhir, itu pun kalau semua sudah tenang kalau ada yang rewel maka ia akan kembali mengantri lagi.


"Oma, hamil apah?" tanya Zie yang sedari tadi bingung dengan pembicaraan orang dewasa sekitarnya, mama Sinta yang tadi melupakan ada Zie di sana malah merasa bingung dan bersalah sebab tak seharusnya ia berbicara demikian di hadapan Zie.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2