ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
354


__ADS_3

Keesokan nya


Kini Yasmin sudah di pindahkan keruang rawat super VIP, di mana kamar itu memang di khususkan untuk keluarga Wijaya sang pemilik rumah sakit. Pagi ini ruangan itu sudah di ributkan oleh tangisan bayi-bayi mungil kembar berjumlah empat itu.


"Ooe Ooe"


"Sayang kamu haus ya" Yasmin yang sedang menyusui bayinya merasa sedikit kesulitan, sebab yang satu menangis dan yang lain ikut menangis karena merasa terganggu dengan tangisan yang lainnya.


"Yasmin Mama buat susu formula aja ya" mama Sinta merasa kasihan pada cucunya yang haus dan harus mengantri kalau mau minum asi.


"Iya Ma, ide bagus biar Damar ikut kebagian kalau nggak di bantu susu formula, gimana nasib Damar" kata Damar yang mengacak rambutnya.


"Mas apa sih ngomongnya nggak jelas banget deh" Yasmin kesal pada suami tercintanya yang hanya memikirkan dirinya sendiri, padahal anak-anak mereka sedang menangis.


"Hehehe..." Damar malah tertawa mengingat keanehannya.

__ADS_1


"Kamu jangan mikirin nasib kamu terus, nama anak kamu udah di pikirin belum?" kata mama Sinta dengan kesal, karena Damar belum juga memberi nama pada anak-anaknya.


"Udah Ma, Damar udah punya nama buat empat jagoan Damar" kata Damar yang duduk di ranjang Yasmin, Yasmin hanya sibuk menyusui si bungsu yang sedang haus.


"Namanya siapa?" tanya mama Sinta.


"Alfi Wijaya, Bastian Wijaya, Chandra Wijaya, dan yang bungsu Devano Wijaya, jadi panggilannya jelas A, B, C, D" jelas Damar dengan bahagia.


"Jangan dong, nama panggilannya Al, Bas, Chan dan Dev aja. Aduh mama suka sekali" mama Sinta sangat bahagia begitu juga dengan papa Hardy.


"Walaimumsalam" jawab msma Sinta.


"Halo baby" Sela mengambil satu bayi sulung di boks bayi dan menggendongnya.


"Tante Sela kangen banget deh" Sela menciumi wajah bayi itu.

__ADS_1


"Sela kamu datang ke sini bukan tanya keadaan aku dulu tapi langsung aja gendong Al, aduh aku berasa di lupakan" Yasmin sedikit kesal pada Sela, biasanya Sela selalu memeluknya terlebih dahulu setelah itu baru yang lainnya tapi kini tidak sama sekali.


"Kamu ada Damar yang setia ngurusin, aku juga udah bosan sama kamu aku sukanya sekarang sama anak kamu" jawab Sela yang kini duduk di sofa namun apa yang di katakan Sela mengundang tawa dari keluarga Wijaya.


Lama keluarga terdiam dan tak menyadari jika Sela menangis menatap wajah Al yang tertidur di pangkuannya, rasa sedih Sela datang tiba-tiba menghampirinya bayangan kehamilannya dulu kini sudah tiada lagi. Padahal seharusnya ia sudah bisa melihat jenis kelamin anaknya, sudah berbelanja perlengkapan bayi dengan bahagia tapi semua lenyap saat bayinya di nyatakan meninggal dunia, hati Sela terluka karena ia masih berpikir ia lah penyebab bayinya meninggal dunia.


"Sela kamu kenapa nangis nak?" Mama Sinta yang duduk tidak jauh dari Sela mulai menyadari itu, mama Sinta duduk di samping Sela dan ingin tau penyebabnya.


"Ma, Sela berdosa banget ya Sela udah jadi penyebab kematian janin Sela sendiri" tutur Sela di selingi tangisan yang terasa menyesakan dada.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2